Pemkot Medan Perdalam Perda KTR di Kulon Progo

  • 28 Oktober 2016 14:49:08
  • 1763 views

WATES, Rombongan Pemerintah Kota Medan berkunjung ke Kabupaten Kulon Progo, dalam rangka memperdalam Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), pada hari Jumat (28/10), di ruang rapat Kalibiru, Pemkab. Kulon Progo.

Rombongan yang terdiri dari 7 orang berasal dari SKPD terkait di Kota Medan tersebut diterima oleh Assisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Kabupaten Kulon Progo, Arief Sudarmanto, SH, Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, dr. Bambang Haryatno, M.Kes, dan Kabag. Kesra, Arief Prastowo, S.Sos, M.Si, serta unsur terkait di lingkungan Pemkab. Kulon Progo.

Menurut Ketua Rombongan Pemkot Medan, Muhammad Sofyan, Pemerintah Kota Medan terus berupaya meningkatkan penerapan Perda nomor 3 tahun 2014, tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), namun dalam pelaksanaannya masih ditemui kendala serta beberapa kekurangan.

"Oleh karena itu, guna member motivasi dan inspirasi bagi SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Medan dalam implementasi KTR, kami bermaksud memperdalam Perda tentang KTR di Kulon Progo, dan strategi apa yang harus dilakukan, karena kami dengar Kabupaten Kulon Progo telah melakukan banyak inovasi terkait KTR." Kata Muhammad Sofyan yang juga sebagai Kepala Satpol PP Kota Medan.

Berkaitan dengan hal tersebut, Assisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Kulon Progo, menjelaskan, bahwa sosialisasi KTR di Kulon Progo dilakukan secara persuasif atau pendekatan kepada masyarakat secara kekeluargaan, bukan dengan kekerasan.

Demikian dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, dr. Bambang Haryatno, M.Kes, yang juga Ketua Satgas KTR, dihadapan rombongan juga menjelaskan, KTR di Kulon Progo diatur dalam Perda nomor 5 tahun 2014.

Dalam penerapan Perda tersebut, dilakukan secara pendekatan moral, bukan pelarangan merokok tetapi menganjurkan merokok di tempat-tempat khusus yang sudah diatur dalam Perda KTR.

"Masing-masing tempat seperti di Dusun, di Sekolah, di Kantor sudah diatur dan dideklarasikan, sehingga mereka biasanya merokok pada tempat-tempat yang sudah ditentukan, dan akan merasa segan bila merokok di ruangan rapat atau ruang- ruang pertemuan lainnya." Ujar Bambang.

Menurut Bambang, Satgas KTR sudah berjalan dengan penuh kesadaran tanpa imbalan dan perlu disyukuri hingga saat ini sudah ada hasilnya.

"Meskipun demikian, Perda KTR masih perlu terus disosialisasikan, dan pelarangan pemasangan iklan rokok juga terus dipantau dan diawasi, walaupun sudah tampak hasilnya, karena sampai sekarang jika ada ivent olah raga atau hiburan di daerah ini, sudah tidak kelihatan adanya iklan rokok. Selain itu, setiap khutbah Jumat juga disisipkan tentang Perda KTR" Tegas Kepala Dinas Kesehatan."

Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo menyampaikan, Dari kerja Satgas KTR pada tahun 2015, yang terkait dengan iklan, sudah berhasil menurunkan 1964 spanduk, 9 buah Bilboard, dan 4 buah papan nama, oleh Satpol PP.

"Namun demikian, masih banyak hal yang harus disosialisasikan kepada masyarakat, SKPD, dan tempat-tempat lainnya tentang Perda KTR ini, kata Bambang mengakhiri penjelasannya."

Anggota rombongan Pemkot Medan, Masrita Lumban Tobing, menanyakan bagaimana strategi yang dilakukan supaya pelaksanaan Perda KTR ini hanya terkesan menjadi beban Dinas Kesehatan.

Sealain itu, Masrita juga menanyakan, bagaimana dengan acara-acara ritual adat yang menggunakan Rokok.

Sedangkan, anggota rombongan lainnya, Kasubbid. Dikbud Bappeda Kota Medan, Iin Juliani Saragih mempertanyakan tentang strategi penyuluhan Perda KTR kepada masyarakat, karena menurutnya di Kota Medan sudah dilaksanakan, tetapi masih belum berhasil.

Usai melakukan audiensi, Pemkot Kota Medan memberikan cindera mata, yang diserahkan oleh ketua rombongan kepada Assisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Arief Sudarmanto.

Foto-foto berita terkait :