Tim JICA Ke Kulon Progo

  • 25 Oktober 2016 15:33:54
  • 2517 views

WATES, Tim JICA (Japan International Cooperation Agency / Badan Kerjasama Internasional Jepang) berkunjung ke Kabupaten Kulon Progo, pada hari Selasa (25/10) siang.

Kunjungan JICA diterima Assisten Bidang Pembangunan dan SDA Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Triyono, SIP, M.Si dan Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan, Eko Wisnu Wardhana, SE serta beberapa Pimpinan SKPD terkait, di ruang Menoreh.

Tim JICA terdiri dari Mr. Ando Naoki (Chief Representative, JICA Indonesia Office), Mr. Saito Mikiya (Senior Representative, JICA Indonesia Office), dan Mrs. Fitri Arifin (Program Officer, JICA Indonesia Office), serta bagian perencanaan dari UGM Yogyakarta, yang dipimpin Sulaiman.

Menurut Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan, yang juga PLH. Kepala Bappeda Kab. Kulon Progo, Eko Wisnu Wardhana, SE, Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan Gubernur DIY, bersama BKPMD DIY yang melakukan kunjungan ke JICA pada tahun 2015.

JICA salah satu Badan Kerjasama Internasional yang akan membiayai pembangunan Teaching Industry, Sekolah Vokasi UGM di Kabupaten Kulon Progo.

Lebih lanjut, Eko Wisnu menjelaskan, Rencana Pembangunan Teaching Industry di Dusun Punukan, Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo, di atas lahan seluas 6 hektar.

PLH Kepala Bappeda, Eko Wisnu Wardhana menambahkan, Status tanah merupakan tanah Pemda DIY (eks tanah kas Desa Wates), saat ini sedang dilakukan proses pengurusan hibah tanah tersebut dari Gubernur DIY ke Kemenristek Dikti.

Pembangunan Teaching Industry, difokuskan pada tiga bidang usaha, yaitu : Alat Kesehatan, disinergikan dengan rencana pengembangan RSUD Wates, Alat Mitigasi Bencana, dan Agroindustri (Pengolahan Kakao, Susu Kambing dan Wood Pelet).


Pada pertemuan antara Tim JICA dengan Pemkab.Kulon Progo, dipaparkan Potensi Kabupaten Kulon Progo oleh Assisten Bidang Pembangunan dan SDA, Triyono, SIP, M.Si.

Triyono kepada Tim JICA menyampaikan, bahwa Kulon Progo akan dibangun Mega Proyek, yaitu : Pembangunan Bandara Internasional di Kulon Progo di atas tanah seluas 637 Hektar, Pembangunan lanjutan Pelabuhan Ikan Adikarto seluas 16,7 Hektar, Pembangunan Pasir Besi / Pembangunan Pabrik Besi Baja seluas 2, 962 Hektar, dan Pengembangan Kawasan Industri di Sentolo dan Lendah di atas tanah seluas 4.700 Hektar.

Selain itu, Triyono menambahkan, bersamaan dengan Mega Proyek tersebut, juga akan dibangun Jalan dari Bandara menuju Candi Borobudur, yang dikenal dengan Bedah Menoreh.

"Di Kulon Progo saat ini sudah berkembang ternak Kambing PE dan produksi Kambing PE yang setiap tahunnya dapat menghasilkan 4.500 liter, Budidaya Tanaman Kakao seluas 3.583, 70 Hektar dapat memproduksi 5,22 Kuintal / Ha, Kayu Olahan dan Kayu Bulat, yang masing-masing dapat menghasilkan 2.668, 13 meter kubik dan 45.503 meter kubik." Jelas Triyono dihadapan rombongan JICA.

Tidak kalah pentingnya, menurut Assisten Bidang Pembangunan dan SDA, yaitu pembangunan dan pengembangan RSUD Wates, di Dusun Beji, Desa Wates, Kecamatan Wates, yang akan dijadikan Rumah Sakit Rujukan untuk Wilayah Yogyakarta Bagian Barat dan Jateng bagian selatan.

Menanggapi beberapa potensi Kabupaten Kulon Progo tersebut Mr. Ando Naoki (Chief Representative, JICA Indonesia Office), merasa kagum dan senang tiba di Kulon Progo.

"Pembangunan dan Pengembangan Potensi Kulon Progo sudah berimbang, karena sudah meliputi berbagai sektor, baik itu sektor laut (pelabuhan), darat (pertanian/peternakan) dan udara (Bandara). Saya tadi sudah memotret dari atas pesawat" Kata Mr. Ando.

Mr. Ando menawarkan kepada pihak-pihak terkait yang ingin meminta bantuan, baik itu dalam bidang Agroindustri, Kesehatan, dan Kebencanaan, karena ketiga aspek ini yang akan dikembangkan JICA di Kulon Progo.

Menanggapi tawaran JICA tersebut, Direktur RSUD Wates, dr. Lies Indriyati, Sp.A, menyampaikan beberapa kendala seperti kurangnya peralatan alat medis, dan alat operasi / bedah.

Sedangkan dari Dinas Pertanian dan Peternakan, menyampaikan beberapa kendala pendanaan, Rumah Produksi Pupuk, dan Alat Pengolahan Kakao, Bantuan dari Pemerintah selama ini baru sebatas pupuk dan bibit.

Demikian juga dari PT. Pagilaran menyampaikan, bahwa pihaknya akan mengembangkan produksi Teh dan Kakao berkualitas, yang bersertifikat organik.

Usai mengadakan audiensi, Tim JICA beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke Lokasi, yaitu ke Dusun Punukan, Kecamatan Wates dan Kecamatan Samigaluh.

Foto-foto berita terkait :