Diskusi Publik Jelang Pilkada Kulon Progo

  • 14 September 2016 14:53:22
  • 1795 views

Menyongsong Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo Tahun 2017, KPU Kulon Progo mengadakan Diskusi Publik dengan Tema "Pilkada Berintegritas Untuk Kulon Progo Berkualitas", yang diselenggarakan di Gedung Kaca, Rabu (14/9/2016).

Acara diisi oleh Narasumber Muh Isnaini,STP,MM (KPU Kulon Progo), Hamdan Kurniawan,SIP (Ketua KPU DIY), Gregorius Sahdan,SIP,MA (The Indonesian Power Of Democracy), Iranda Yudha Tama,SSos (Swara Nusa Institute), Ketua Panwas Kab. Kulon Progo Tamyus Rahman.

Adapun Peserta Diskusi Publik sejumlah 100 orang terdiri dari Instansi terkait, Partai politik, Panwas Kulon Progo, Ketua PPK se-Kabupaten Kulon Progo, KPU DIY, KPU Kab/Kota se DIY, Ormas, LSM, Kelompok Komunitas dan Mitra KPU dalam melaksanakan Pendidikan Pemilih (Mitra Wacana dan Sigab).


Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Hubungan Partisipasi Masyarakat KPU Kulon Progo, Tri Mulatsih menyampaikan, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo Tahun 2017 merupakan sarana kedaulatan rakyat untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati secara demokratis, langsung, umum, jujur dan adil.

"Keberhasilan penyelenggaraan pemilihan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kesiapan dari penyelenggara untuk mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya yang sudah diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan dalam setiap tahapan, program dan jadwal sehingga mampu menghasilkan proses Pilkada yang berintegritas" kata Tri Mulatsih.

Peran stakeholder terkait dalam mewujudkan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo Tahun 2017 yang berintegritas tentunya juga memegang peranan yang penting untuk mencapai Kulon Progo berkualitas dengan lahirnya pemimpin baru hasil pemungutan suara yang dilaksanakan pada 15 Februari 2017.

Untuk memperoleh kesepahaman tentang Pilkada berintegritas, KPU Kulon Progo megadakan diskusi publik yang melibatkan masyarakat dengan mengundang stakeholder terkait dengan tujuan semua pihak dan masyarakat dapat bekerjasama, bahu membahu mewujudkan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo Tahun 2017 yang berkualitas.

Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan Diskusi Publik ini antara lain Memberikan informasi tentang penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo Tahun 2017 di Kabupaten Kulon Progo.

Memberikan kesepahaman kepada Publik bahwa Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo Tahun 2017 berintegritas akan dapat tercapai dengan kerjasama semuya stakeholder terkait.

Muh Isnaini menyampaikan, pendaftaran Pasangan Calon Bupati Wakil Bupati, untuk calon Independen, di Kulon Progo tidak ada yang mendaftar, sedangkan yang melalui jalur partai politik, akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 September 2016. Adapun yang dapat mengajukan adalah parpol atau gabungan parpol yang memperoleh minimal 20% kursi di DPRD, atau untuk di Kulon Progo minimal 8 kursi dari 40 kursi DPRD Kab. Kulon Progo. Parpol atau gabungan parpol yang memperoleh suara sah pemilu minimal 25%, hanya untuk parpol yang memperoleh kursi di DPRD atau 65.437 suara sah dari 261.747 suara sah pemilihan terakhir.

Adapun untuk kampanye, Metode Kampanye KPU Kabupaten Kulon Progo akan memfasilitasi berupa 1)Debat publik atau debat terbuka, 2).Penyebaran Bahan Kampanye (flyer, brosur, pamflet, poster), 3).Pemasangan Alat Peraga Kampanye (Baliho, umbul-umbul, spanduk), 4).Iklan Media cetak dan elektronik.


Gregorius Sahdan menyampaikan materi tentang Pilkada dan penguatan demokrasi lokal untuk kesejahteraan warga. Iranda Yudhatama,Ssos menyamnpaikan materi Mencari Pemimpin Visioner untuk Masa Depan Kulon Progo Yang Demokratis dan Sejahtera. Iranda menyampaikan tentang pentingnya pemilih cerdas, pemimpin berkualitas, dan pilkada berintegritas.

Untuk mencapai pemilu yang berintegritas, Khamdan menyampaikan 8 kunci pemilu berintegritas. 1)Badan penyelenggara pemilu yang transparan, 2)Transparansi dalam penggalangan dana kampanye, 3).Transparansi dalam belanja kampanye, 4).Akses publik yang transparan untuk keuangan kampanye. 5).Transparansi dalam pendaftaran pemilih, 6).Transparansi dalam pemantauan, 7)Hasil pemilu yang transparan, 8).Proses gugatan pemilu yang transparan.