Penguatan IMP Melalui Pengembangan Struktur dan Peran

  • 27 Juli 2016 08:37:44
  • 3299 views

PENDAHULUAN


Keberhasilan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) antara lain ditandai dengan penurunan Laju Pertumbuhan Penduduk, Penurunan Tingkat Fertilitas, peningkatan kesadaran masyarakat tentang makna keluarga kecil dan adanya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat dalam mengelola Program KB yang dilakukan oleh Instituasi Masyarakat Pedesaan (IMP), LSOM, swasta, tokoh masyarakat dan Institusi pemerintah yang terkait lainnya.


Berdasar Undang-undang Nomor 52 Tahun 2009, tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, dimana dalam Bab X pasal 58 dikatakan bahwa setiap penduduk mempunyai kesempatan untuk berperan serta dalam pengelolaan kependudukan dan pembangunan keluarga
Dalam Bab I Pasal (1) butir (8) disebutkan bahwa Keluarga Berencana adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia melahirkan, mengatur kehamilan melalui promosi perlindungan dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga berkualtas.


Kemudian dalam Bab I Pasal (2) disebutkan bahwa BKKBN mempunyai tugas pemerintah dibidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan Keluarga Berencana.

Adanya Perpres No. 62 Tahun 2010 tentang BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) akan mendorong meningkatkan efektifitas pengendalian penduduk dan penyelenggaraan Keluarga Berencana di Indonesia.


Di sisi lain ada harapan yang diinginkan dalam pengembangan IMP, yaitu untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta Institusi Masyarakat untuk menjadi pengelola serta pelaksana Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga yang dinamis dan mandiri Oleh karena itu secara khusus pula untuk memberi kekuatan agar IMP dapat meningkat kepeduliannya dan mantap dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan...

Selengkapnya silakan unduh file...