Pelepasan Kafilah MTQ

  • 21 April 2016 10:00:45
  • 1875 views

Menjelang MTQ Tahun 2016 Tingkat DIY yang akan diselenggarakan di Kabupaten Gunungkidul pada Jumat-Ahad tanggal 22-24 April 2016, Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) melepas Kafilah MTQ Kabupaten Kulon Progo.

Pelapasan kafilah ini dilakukan sesaat setelah kafilah MTQ Kulon Progo yang dipimpin oleh Jauhar Mustofa melakukan pamitan kepada Bupati Kulon Progo, bertempat di Ruang Sermo Pemkab, pada hari Rabu (20/4/2016).

Adapun peserta yang mengikuti sebanyak 30 peserta, ditambah pelatih dan pendamping. Disamping melepas keberangkatan, Dokter Hasto (Bupati) juga menyerahkan uang tali asih kepada para 30 peserta yang Juara MTQ Tingkat Kabupaten Kulon Progo. Kepada masing-masing diberikan tali asih sebesar Rp. 250 ribu yang bersumber dari dana Baznas.


Dalam pelepasan ini, Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) menyampaikan terimakasih kepada pendamping dan pelatih, karena atas dukungan dan dorongannya dapat mempersiapkan lomba meski dalam waktu singkat.

Kepada peserta MTQ dari Kulon Progo, Dokter Hasto berharap peserta tidak sekedar menjadi duta dari Kulon Progo, tapi juga duta aqidah keislaman yang terpilih disisi Alloh SWT. Karena lebih mendalami kandungan Al Quran, sehingga bisa mencerminkan dalam sikap perilaku sehari-hari.

"MTQ adalah siar dan kompetisi sehat, dalam siar prinsipnya zero enemy, tidak ada musuh tidak ada yang dibenci, dan selalu berbuat baik kepada siapapun" pesan Dokter Hasto.

Dokter Hasto juga menambahkan, dalam MTQ kompetisinya bukan seperti orang tinju untuk saling mengalahkan, tapi harus mengutamakan ukhuwah dan silaturahmi. Harus meluruskan niat,
dan menyempurnaan ikhtiar melalui amalan. Nilai bukan semata hanya di dunia, juara MTQ, tapi penilaian sesungguhnya dari Alloh SWT.

"Harus luruskan niat kita, sempurnakan ikhtiar" tandas Beliau.

Diharap peserta juga jadi pendakwah yang luar biasa karena menguasai Al Quran. Orang yang berdakwah, tidak pernah menggunjing orang lain. Menang tapi tidak mengalahkan orang lain, karena ukhuwah, silaturahmi jauh lebih penting.

Dokter Hasto juga menyadari, Kulon Progo memang masih harus berusaha keras saat harus sejajar dengan kabupaten lain dalam prestasi MTQ. Tapi Kulon Progo membuat Perda, diharapkan siswa SD Khatam Al Quran. Sehingga suatu saat tahun tahun mendatang, setelah ada Perbup, sekitar awal tahun ajaran baru 2017 bisa laksanakan Perda sebaik-baiknya.

"Atas nama Pemda dan masyarakat, ikut berdoa insyaalloh selalu dilindungi oleh Alloh SWT" kata Beliau.

 

(akhmad)