WARGA TERDAMPAK BANDARA TEMUI BUPATI

  • 18 April 2016 13:04:24
  • 1231 views

Sekitar 15 warga Dusun Bapangan dan Kepek Desa Glagah, yang sebagian besar adalah ibu-ibu, Senin (18/4) menemui Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo ruang kerjanya. Warga menginginkan bertemu Bupati karena ingin menyampaikan keluh kesahnya seputar pembebasan lahan bandara. Masyarakat diterima langsung oleh Bupati dan didampingi oleh Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat, Arif Sudarmanto. Dalam suasana kekeluargaan, warga tersebut mencurahkan isi hati mereka terkait nasib dan kecemasan jika tergusur bandara. Dengan kondisi sebagai keluarga miskin dan belum tentu mampu membeli lahan relokasi, warga berharap mendapat relokasi gratis di tanah kas desa, bukan di PAG dengan status magersari.


“Masyarakat bingung mengenai relokasi ini sehingga kami bawa untuk menghadap Bapak Bupati. Kami juga belum tahu akan bekerja sebagai apakah ibu-ibu nantinya? mengingat pendidikan yang relatif rendah,” jelas Udiyono, wakil dari warga tersebut.


Ditambahkannya, warga merasa cemas dengan ketidakjelasan selama ini. Padahal, dalam waktu dekat tim appraisal dikabarkan segera turun lapangan. Namun secara umum warga bisa menerima kedatangan tim appraisal, hanya saja hasil appraisal belum tentu nanti disetujui warga.


Bupat menjelaskan bahwa sebelumnya telah dibagikan kuisioner dari Dinas Sosial Pemkab Kulon Progo guna mengetahui bakat dan minat warga dampak bandara yang dilanjutkan dengan pelatihan-pelatihan. Dengan tujuan masyarakat dapat mengembangkan usaha ekonomi terkait akan adanya pembangunan bandara. Dengan pelatihan ini diharapkan warga terdampak dapat alih profesi jika lahan garapan terkena proyek bandara. Soal pelatihan tenaga kerja tidak ada seleksi tapi sesuai giliran masing-masing.


dr. Hasto juga menjelaskan bahwa sementara ini upaya pemkab baru bisa berupa relokasi di lahan PAG dengan status magersari. Meski demikian, Bupati mengatakan juga akan mengupayakan adanya bedah rumah.


“Terkait appraisal, tim appraisal independent akan selesai menjalankan tugasnya pada pertengahan Bulan Mei sehingga nantinya bulan November sudah bisa dibayarkan kepada warga terdampak,” jelasnya.


Dari pihak BPMPDPKB menyarankan kepada warga yang terkena dampak untuk menerima dengan baik kedatangan tim appraisal independent dan memberikan informasi yang selengkap-lengkapnya mengenai kondisi masyarakat. (A)