BUPATI RESMIKAN RUSUNAWA PERTAMA DI KULON PROGO

  • 18 April 2016 13:03:53
  • 2341 views

Pembangunan rumah susun sederhana sewa di Tambak, Triharjo, Kecamatan Wates yang telah selesai pembangunannya Senin (18/4) diresmikan oleh Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo.  Rusunawa itu dibangun 2 blok dan masing-masing blok terdapat 5 lantai. Seluruhnya memiliki kapasitas 196 unit terdiri dari hunian masyarakat umum dan difable. Setiap unit dilengkapi 2 kamar tidur, 1 kamar mandi/WC, ruang keluarga, dan dapur.


"Setelah ini kami akan melengkapi rusunawa ini dengan sistem lain, seperti kebersihan dan keamanan karena hal ini penting sekali," kata dr. Hasto.


Rusunawa ini, menurut Bupati, juga merupakan salah satu cara mengatasi masalah rumah tidak layak huni yang dihadapi Kulon Progo. Selain itu pengelola rusunawa juga menyediakan fasilitas ruang pertemuan, ruang pengelola, serta parkir kendaraan. Rusunawa yang dibangun dengan dana sharing dari APBN Rp 27 milyar, dan APBD sebesar lebih dari Rp 1 milyar ke depan terus diperbagus dengan dana dari APBD kabupaten Kulon Progo secara bertahap untuk menambah fasilitas seperti taman dan lampu jalan, sebagaimana dituturkan Kadinas PU, Sukoco.


Respon masyarakat terhadap rusunawa ini sangatlah antusias dan menyambut baik. Hal ini disebabkan persyaratan dan pendaftaran untuk menempati rusunawa Tambak, cukup mudah, dan murah. Peminat bisa mendaftar dengan mengisi formulir pendaftaran, dan menyerahkan fotocopy Kartu Keluarga (KK). Namun rusunawa ini diprioritaskan untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang sudah berkeluarga atau pernah berkeluarga, dan KTP Kulon Progo.


"Biaya sewa untuk kaum difabel yang berada di lantai bawah sebesar Rp 78 ribu, disediaka sebanyak 4 unit. Lantai 2 Rp 205 ribu, lantai 3 Rp 185 ribu, lantai 4 Rp  165 ribu dan lantai 5 Rp 135 ribu. Biaya tersebut belum termasuk listrik prabayar dan air bersih dengan meteran ada di setiap hunian," kata Sukoco.


Sementara terkait air bersih, Direktur PDAM Tirta Binangun, Jumanto menjelaskan bahwa untuk melayani rusunawa ini pihak PDAM sudah mempersiapkan debit air 1,5 liter per detik, dengan asumsi peruntukannya untuk sekitar jumlahnya 900 jiwa. PDAM juga memberi biaya khusus karena ini adalah pelanggan komunal yang tarifnya disesuaikan dengan kategori sosial komunal.


"Jika dalam waktu dekat ini semua kamar sudah terisi, debit air dari PDAM sudah mencukupi," tutur Jumanto.


Menurutnya, dengan adanya rusunawa ini tidak terlalu membebani PDAM, karena memang PDAM berkewajiban memberi layanan bagi seluruh masyarakat, dirinya juga tidak merasa kesulitan menyediakan air bagi penghuni rusunawa karena saat ini masih punya banyak idle capacity.


"Saat ini sudah ada 39 KK yang terdaftar menempati rusunawa ini, namun sudah ada 70 KK yang sedang menunggu seleksi lagi untuk menempati rusunawa tersebut," kata Asurawan, pengelola rusunawa.


Adanya mega proyek bandara baru internasional di Kulon Progo ini juga tidak menutup kemungkinan nantinya kesempatan warga bukan ber-KTP Kulon Progo bisa menempati rusunawa ini asalkan tempat usahanya atau tempat bekerjanya berada di wilayah Kulon Progo. Karena masih adanya rencana proyek rusunawa khusus lainnya seperti di kecamatan Temon, 2 di Giripeni, ada juga rusunawa di dekat salah satu pesantren di Kulon Progo. Total rencana ada 5 rusunawa yang nantinya bisa menjadi alternatif solusi pengentasan rumah kurang layak huni yang jumlahnya masih banyak sekali di Kulon Progo.(r)