Akhirnya “mbah Tukiyem” Terima Bantuan Bedah Rumah

  • 28 Februari 2016 15:03:41
  • 2134 views

DEPOK, PANJATAN (Minggu, 28/2-2016), Sudah sejak lama mbah Tukiyem (90 th) tinggal di rumah sendirian dengan kondisi yang serba terbatas. Rumah yang ditempati berukuran kurang lebih 2,5 x 3 meter persegi untuk segala aktivitas sehari-hari, diantaranya untuk tidur, masak dan aktivitas lainnya. Bisa dibayangkan betapa sempitnya rumah mbah Tukiyem. Menurut Kepala Desa Depok, Sumiatin, pihaknya bukan sengaja menelantarkan mbah Tukiyem, namun sebenarnya simbah sudah ditawari bantuan untuk bedah rumah sejak lama, tapi "mboten kerso" (tidak mau) dan baru sekarang mau menerima bantuan,"tuturnya."

Mbah Tukiyem yang tinggal di Pedukuhan V, Desa Depok, Kecamatan Panjatan ini menerima bantuan bedah rumah dari BAZNAS Kabupaten Kulon Progo sebesar Rp 10.000.000,- Sekarang pelaksanaan pembangunan rumah mbah Tukiyem dari program bedah rumah sudah dimulai dengan ukuran 6 x 6 meter persegi dan peletakan batu pertamanya langsung dilakukan oleh Wakil Bupati Kulon Progo, Drs.H.Sutedjo.

Selain itu, pada kesempatan yang sama juga diserahkan bantuan untuk bedah rumah sebesar Rp 5.000.000,- dari forum Corporate Social Responsibility (CSR) atau forum Kepedulian Sosial kabupaten Kulon Progo kepada Sumarni, warga Pedukuhan V, Desa Bojong, Kecamatan Panjatan. Donatur lain yang menyerahkan bantuan dalam bedah rumah ini diantaranya, dari Bank Pasar, Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPDPKB), dan BAZCAM Panjatan.

Wakil Bupati Kulon Progo, Drs.H.Sutedjo, bersama rombongan merasa prihatin dengan mbah Tukiyem, dan langsung menyambangi rumahnya untuk memberikan semangat dalam menatap kehidupan walaupun sudah lanjut usia. Drs.H.Sutedjo, pada kesempatan ini menyampaikan, bahwa dalam hidup bermasyarakat kita harus saling peduli terhadap sesama. Manusia tidak bisa hidup sendirian dan segala sesuatu hingga akhir hayatnya tidak bisa dikerjakan sendirian, sehingga sudah sepantasnya kalau sebagai manusia harus saling kerjasama dan bergotong royong. Tradisi saling bantu dan peduli ini harus dilestarikan dalam hidup bermasyarakat, "tegasnya."

Sementara itu, rombongan wakil Bupati juga melakukan bedah rumah bapak Malik (45 th), warga pedukuhan Setro RT 30/RW 09, Desa Kulur, Kecamatan Temon, yang kesehariannya bekerja sebagai penjual Bakso keliling. Malik mendapat bantuan senilai Rp 10.000.000,- dari Desa Sejahtera Mandiri (DSM). Rumah Malik yang dulunya dari bambu, sekarang sudah dibangun dengan program Bedah Rumah dan pelaksanaan pemabangunannya sudah mencapai 80 persen.

Menurut Kepala Dusun Setro, Sumarno, dari 131 KK yang tinggal di wilayahnya masih terdapat 12 KK rumahnya belum layak huni. Namun demikian, pihaknya sudah mengusulkan untuk dibangun melalui program bedah rumah dan sekarang baru dalam proses. Sedangkan 10 KK yang sudah mendapat bantuan sebelumnya, pelaksanaan pembangunannya sekarang sudah mencapai 90 persen."tuturnya."(Budi)