Peran KAKB Dalam Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Pra Sejahtera

  • 25 Januari 2016 08:43:36
  • 1826 views

Kabupaten Kulon Progo yang merupakan salah satu dari Kabupaten/Kota di DIY yang memiliki luas wilayah 58.627.512 ha (586,28 km2) di kenal sebagai daerah miskin. Selain Pendapatan Asli Daerah (PAD) nya kecil, kondisi geografis dan topografi wilayah Kulon Progo yang sebagian besar merupakan daerah perbukitan, menyulitkan penduduk yang sebagian besar berprofesi sebagai petani untuk mengembangkan usaha cocok tanamnya khususnya padi. Oleh karena itu tidak mengherankan bila kabupaten yang secara administrasi terbagi atas 12 Kecamatan dan 87 Desa 1 Kelurahan ini di tahun 2012 memiliki setidaknya ada 3 kecamatan yang dikenal sebagai kantong kemiskinan di DIY. Ketiga kecamatan yang dimaksud adalah Kecamatan Kokap, Samigaluh dan Kalibawang.


Masalah kemiskinan di Kabupaten Kulon Progo mendapat perhatian serius dari Pemkab Kulon Progo di awal kepemimpinan dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) dan Drs. Sutedjo yang dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati periode 2011 - 2016. Hal ini mendasarkan pada data dari Bappeda Kulon Progo yang menunjukkan bahwa pada tahun 2011, Kabupaten Kulon Progo masih memiliki 111.756 penduduk miskin atau 23,73% dari total penduduk sebanyak 471.040 jiwa. Kemiskinan ini pada dasarnya berawal dari ketidakberdayaan keluarga dari sisi ekonomo, sementara setiap penduduk merupakan anggota dari sebuah keluarga, baik keluarga yang masih lengkap (ayah, ibu dan anak) atau keluarga yang tidak lengkap (ayah dan anak atau ibu dan anak). Pada tahun 2011, Bappeda mencatat bahwa jumlah penduduk miskin sebanyak 111.756 jiwa itu tercluster dalam 34.089 keluarga miskin.


Sementara berdasarkan hasil Pendataan Keluarga Tahun 2011 yang diselenggarakan oleh BPMPDPKB Kabupaten Kulon Progo dengan pembiayaan dari BKKBN Pusat, dapat diketahui bahwa masih ada sebanyak 44.711 keluarga dari 123.105 total keluarga di Kulon Progo termasuk kategori Keluarga miskin (baca: Pra Sejahtera). Bila di proporsi, jumlah ini besarannya mencapai 36,32%. Angka yang sangat tinggi untuk ukuran proporsi keluarga miskin. Karena di level DIY proporsinya dalam kisaran 25% dan di level Nasional dalam kisaran 23%. Keluarga Pra Sejahtera sendiri diterjemahkan sebagai keluarga yang tidak .....