Perayaan Natal Pegawai Kristiani, Umat diminta Inklusif

  • 07 Januari 2016 09:16:26
  • 1479 views

Pada perayaan Natal Pegawai Kristiani yang dilaksanakan di Gedung Kesenian, Rabu (6/1/2016), Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) mengajak kepada seluruh umat beragama untuk tidak bersikap eksklusif, tapi bersikap inklusif. Bahkan tidak hanya dapat menyatu dengan sesama umat manusia, tetapi juga menyatu dengan alam sekitar.

"Betapa indahnya jika kita bisa hidup bersama, dalam hal ini alam semesta" kata Dokter Hasto

Dokter Hasto juga menyatakan, semua pihak pantas bersyukur karena di Wilayah Kulon Progo perayaan natal dapat berjalan lancar, berkat peran serta seluruh warga, terutama pihak keamanan.
Kerukunan umat beragama dalam kehidupan sehari-hari pun layak disyukuri. Karena dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, berbagai umat beragama di Kulon Progo tetap dapat hidup guyup rukun, saling bahu membahu dan saling bergotong royong.

Dokter Hasto juga mengharapkan dalam pola kehidupan sehari-haripun, umat diharapkan dapat menerapkan pola hidup sederhana, berani mengendalikan diri, mau saling berbagi, selalu bergotong royong, dan menentang kemiskinan.

Dalam perayaan yang diselenggarakan sederhana ini, dihadiri Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) beserta Ibu, Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo beserta Ibu, Sekretaris Daerah Ir.RM.Astungkoro,MHum beserta Ibu, jajaran Forkompimda, juga dihadiri Pejabat di lingkungan Pemkab Kulon Progo.

Dokter Hasto juga menyampaikan terimakasih atas doa dan dukungannya terkait akan dilaksanakannya berbagai megaproyek di Kulon Progo.

Terkait Bandara Dokter Hasto juga sempat menyinggung saat kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Kepala Bappenas Sofyan Djalil beberapa waktu yang lalu, berdasar penjelasan dari PT Angkasa Pura, bandara yang akan dibangun di Kulon Progo cukup besar, lebih besar yang di Surabaya dan Makassar.

Terkait pembangunan bandara juga sebisa mungkin dikerjakan bangsa sendiri dan harus cinta produk nasional. Dalam pembangunan fisik harus disertai dengan pembangunan nilai, jangan lupa mental spiritual juga harus dibangun. Membangun budaya dengan berkepribaian sendiri.


Hendri Usdiarka Ketua Panitia perayaan natal menyampaikan perayaan ini, sebagai wahana kebersamaan umat kristiani di Kulon Progo, dengan mengambil tema Hidup bersama sebagai keluarga allah. Masing-masing, sebagai anggota keluarga mempunyai tanggung jawab masing-masing.

Selain perayaan natal, panitia juga menyalurkan bantuan bedah rumah. Kepada para remaja juga melakukan pembinaan tentang reproduksi dan kesehatan, HIV/Aids, keimanan, dan pemeriksaan mata anak SD yang membutuhkan.

(akhmad)