Pejabat Jadi Petugas, Jajaran Korpri Diharapkan Bisa Jadi Guru dan Teladan

  • 30 November 2015 14:37:40
  • 2193 views

Upacara HUT ke-44 KORPRI, beberapa Pejabat Pemkab Kulon Progo jadi Petugas Upacara. Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) mengajak agar semua anggota Korpri dapat menjadi pelayan yang ikhlas, untuk menempatkan diri di tempat yang paling rendah diantara yang dilayani. Meskipun berhadapan dengan kesulitan dan permasalahan tapi harus bertahan, meski kadang mengalami kesulitan dan permasalahan dan penderitaan karena melayani orang lain. Jajaran Korpri diharapkan juga bisa menjadi guru dan tauladan bagi semua.

Berbeda dengan upacara biasanya, pada upacara yang dilaksanakan di Halaman Pemkab Kulon Progo, Senin (30/11) ini yang menjadi petugas upacara adalah para pejabat di Lingkungan Pemkab Kulon Progo antara lain: Bupati Kulon Progo selaku Inspektur Upacara, Komandan Upacara dijabat oleh Kepala Dinas Kepenak Ir.Sudarna,MMA, Perwira Upacara dijabat Sekretaris DPRD Kulon Progo Drs.Y.Irianta Msi , Pembaca Teks Pembukaan UUD 1945 dijabat Dra.Ratna Juwita dari DPPKA , Pembaca Panca Prasetya KORPRI dijabat Sekretaris Dinas Kesehatan Bambang Sudaryanto,SH, Pembaca Doa dijabat Asisten Pemerintahan dan Kesra Arif Sudarmanto,SH.

Komandan KOMPI 1 oleh Ka Bagian Keuangan Danang Andrianto, KOMPI 2 oleh Ka Bagian Adm Pembangunan Drs.Hendri Usdiarka, Ka Bagian Pemerintahan Umum oleh R.Heriyanto SH,MM , Pembaca Puisi Kepala BKD Dra.Yuriyanti,MM , Pembawa Acara oleh Kepala Perindag ESDM Dra.Niken Probolaras,S.Sos,MH.

Dalam sambutan HUT ke-44 KORPRI tahun 2015 ini, Bupati menyampaikan Terimakasih atas pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara. Disampaikan Korpri yang lahir 29 Nopember 1971, telah tunjukkan peran dan tanggung jawabnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, bangsa dan negara, sebagai pengabdian yang mewadahi para pegawai negeri sipil. Korpri juga telah melaksanakan tugas-tugas pemerintah dan melayani keperluan masyarakat dalam berbagai bidang.

"Saya mengerti dan paham, bahwa bapak ibu sekalian sebagai anggota korpri pengabdian perjuangannya sudah tidak sedikit. Saya tahu bahwa sebagian bapak ibu sekalian ketika bekerja bisa sampai malam, bisa lembur-lembur menyelesaikan pekerjaan, kadang-kadang baru pulang sudah mikir berangkat lagi, karena besok pagi sudah ada deadline lagi, saya tahu bapak ibu sekalian sering terpojok oleh waktu, kemudian menggunakan semua tenaga, pikiran dan semuanya untuk masyarakat" kata Dokter Hasto, panggilan akrab Bupati.

Ketika ada gangguan, entah gangguan kesehatan atau gangguan kesejahteraan di tingkat keluarga, maka kehadiran pemerintah kepada bapak ibu sekalian itu tidak seperti kehadiran bapak ibu sekalian kepada pemerintah atau masyarakat setiap hari.

"Oleh karena itu bapak ibu sekalian adalah pengabdi dan pelayan yang baik, baik kepada masyarakat, bangsa maupun negara. Itulah kiranya kemudian patut dijuluki jadi seorang pelayan, seorang pengabdi yang baik" tambah beliau.

Dokter Hasto sering menyampaikan, sering mengajak untuk menjadi pelayan yang ikhlas, menempatkan diri di tempat yang paling rendah diantara yang dilayani. Meskipun berhadapan dengan kesulitan dan permasalahan tapi harus bertahan, meski kadang mengalami kesulitan dan permasalahan dan penderitaan karena melayani orang lain.

"Oleh karena itu saya yakin, bapak ibu sekalian adalah pengabdi dan pelayan yang baik" kata Dokter Hasto memberikan semangat.

Pada HUT Korpri yang ke-44 ini, Dokter Hasto berpesan kepada jajaran korpri untuk bisa menjadi guru dan menjadi tauladan, baik di lingkungan keluarga, di lingkungan kantor dan juga dilingkungan masyarakat. Tentu ini satu hal yang tidak mudah, kerena kita memang harus membangun karakter yang baik, ini terkait dengan masalah revolusi mental yang memang kita harus melakukan dijajaran PNS diantaranya saya dan bapak ibu sekalian.

Memang tidak mudah ketika harus selalu melakukan yang terbaik di dalam berperilaku, dan berkarakter.

Seperti halnya Dokter Hasto yang ditetapkan menjadi dosen pengajar, untuk membangun SDM yang berkarakter, di LPDP Kementerian Keuangan, Kementerian Agama, dan Kemenristek, yang setiap bulan melakukan pembinaan kepada calon mahasiswa S2 dan S3 saya selalu rutin menjadi dosen tetap.

"Saya sangat berat sekali, bagaimana bicara tentang karakter, tetapi secara teoritis, kita hanya bisa menambahkan yang kecil-kecil, diantaranya meningkatkan kode etik profesi dan juga bagaimana kita mempunyai pedoman sumpah jabatan dan juga kita punya panca prasetya Korpri, yang tentu bisa kita laksanakan dalam kehidupan kita sehari-hari" terang Dokter Hasto.

Disampaikan juga, menjadi pelayan yang baik, kunci suksesnya salah satunya adalah punya rasa empati, kepada yang kita layani. melakukanlah empati yang sebaik-baiknya, tidak sekedar logika dan etika.

"Empati itu bagaimana jika saya jadi dia. Sehingga ketika saya jadi inspektur upacara begini, saya punya rasa empati, kemdian saya berpikir ini ada yang kepanasan, sehingga saya tidak akan akan memperpanjang sambutan saya. Ini bagian rasa empati itu seperti itu. Ini contoh" jelas Dokter Hasto disambut tawa peserta upacara.

"Hadirin yang saya hormati, akhirnya kepada seluruh jajaran aparatur sipil negara, saya ucapkan selamat bertugas, lanjutkan pengabdian dan karya terbaik terbaik saudara semua, untuk dipersembahkan kepada masyarakat, bangsa dan negara, dirgahayu Korp Pegawai Republik Indonesia" kata Dokter Hasto.

 

(akhmad)