Pendiri K-24 Kembali Bantu Bedah Rumah

  • 30 November 2015 11:17:22
  • 2066 views

Pendiri Waralaba Apotek asli Indonesia, K-24, dr. Gideon Hartono, ternyata sangat tertarik dengan program bedah rumah Pemkab Kulon Progo. Dirinya menyatakan salut dengan program ini karena bisa memberika perhatian yang sangat detail kepada masyarakat. Apalagi kesehatan orang per orang bukan sekedar dipengaruhi oleh sakit/penyakit. Tetapi sebetulnya adalah dimulai dengan lingkungannya. Demikian disampaikannya di hadapan masyarakat Dusun Bulak, Desa Tuksono, Sentolo, Kulon Progo saat bedah rumah dalam rangka Hari Kesehatan Nasional, Ahad (29/11).
"Perhatian Pemerintah Kabupaten Kulon Progo untuk mulai membenahi kesehatan masyarakat, mulai dari lingkungan, dari rumah yang dihuni oleh keluarga ini merupakan sesuatu yang sangat mendasar. Tentu kita tahu rumah merupakan bagian hidup yang sangat melekat dan tiap hari dipakai, dihidupi di dalamnya. Ketika di dalamnya atau bangunannya tidak memenuhi syarat kesehatan tentu akan sangat berpengaruh pada kesehatan yang menghuninya," tambahnya.
Oleh karena itu bentuk perhatian pemberdayaan masyarakat dengan dengan membangun rumah yang sehat dan dan mensosialisasikan apa yang dimaksud dengan rumah sehat dan kemudian masyarakat tergerak membangun rumah yang sehat merupakan suatu yang sangat penting. Melihat hal ini, dr. Gideon merasa tergerak untuk membangun bersama Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan mendukung program seperti ini, berharap akan semakin banyak orang yang ikut mendukung dan lebih banyak masyarakat yang tahu membangun rumah sehat.
Dirinya berharap pembangunan kesehatan di Kulon Progo bisa terus meningkat, termasuk apa yang dilakukan oleh para tenaga medis bisa memberika daya ungkit dan Kulon Progo akan semakin sejahtera. Apalagi kedepan akan ada pembangunan yang besar seperti bandara internasional. Dimana hal ini akan menjadi semacam bola salju yang akan menggerakkan perekonomian masyarakat Kulon Progo, dan kemudian mata dunia akan melihat Kulon Progo. Grup Apotek K-24 juga sebentar lagi bermaksud membangun pabrik obat di daerah Sentolo, tepatnya di Desa Sukoreno. Dengan demikian K-24 akan menjadi bagian Kulon Progo.
drh. RR. Endang Purwaningrum Titi Lestari, Staf ahli bidang Pembangunan atas nama Pemkab Kulon Progo, mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya pada dr. Gideon yang telah peduli pada masyarakat Kabupaten Kulon Progo yang diwujudkan dengan pemberian bantuan untuk bedah rumah maupun jambanisasi.
"Dan kami juga menyambut baik rencana untuk mendirikan pabrik obat di Kabupaten Kulon Progo. Harapan kami, nantinya sejak dari pembangunan sampai pemanfaatannya bisa menggunakan tenaga kerja Kulon Progo supaya masyarakat Kulon Progo tidak hanya menikmati obatnya, namun juga menikmati apa yang diselenggarakan K-24 dalam pembangunan pabrik tersebut," kata drh. Endang.
Dalam kesempatan itu Grup K-24 memberikan bantuan 5 paket kepada 10 keluarga, yang terdiri dari 4 paket bedah rumah dan 1 paket jambanisasi yang diberikan kepada 6 keluarga. Bantuan diserahkan langsung secara simbolis oleh dr. Gideon kepada penerima bantuan. Dan penerima bantuan bisa mengambilnya di Puskesmas Sentolo II mulai Senin (30/11). Adapun penerima Bedah Rumah di Kecamatan Sentolo untuk hari Ahad tersebut adalah Daliman warga Bulak RT 21/RW 11, Temu Marwoto, warga  Wonobroto 13/07, Yanto Wiyono, warga Ngrandu,RT 35/RW 18 Salamrejo dan Suparlan, warga Belik RT 15/RW 07 Demangrejo. Sedangkan 6 Kepala Keluarga di Pedukuhan Ngrandu Desa Salamrejo yang mendapat bantuan jambanisasi adalah Samin Tardi Utomo, Trisno Mulyono,  Lantor, Mulyono, Sarbini dan Paiyun. Total bantuan yang diberikan oleh K-24 adalah 10 paket, dan hingga kini sudah diberikan 8 paket dan 2 paket akan diserahkan sekitar akhir tahun 2015, di sekitar Desa Sukoreno.
Sebelumnya Baznas Kulon Progo juga menyerahkan bantuan bedah rumah kepada Tukiman, warga Ngaran III, Banjarsari, Samigaluh. Sedangkan setelah bedah rumah di Sentolo, diberikan pula bantuan kepada Bp Simon Paiyo warga Kalinongko, Kedungsari, Pengasih yang rumahnya jadi korban kebakaran. Bantuan berasal dari forum CSR dan Paguyuban Pegawai Kristiani Kulon Progo.***