Desa Triharjo Lantik 2 Perdes Baru

  • 27 November 2015 13:31:48
  • 2953 views

Dua perangkat Desa Triharjo, Wates dilantik oleh Kades Triharjo, Samsu Giharto, Jumat (27/11) di Balai Desa Triharjo. Para perangkat desa ini dipilih oleh melalui penjaringan calon perangkat desa (perdes) mulai dari 1-21 Oktober dan ujian dilaksanakan pada Ahad, (15/11). Dari ujian yang diikuti oleh 30 peserta untuk calon Sekretaris Desa (Sekdes) dan 33 peserta untuk calon Kepala Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan. Panitia ujian dibentuk oleh pemerintah desa, sedangkan soalnya dibuat bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD". Saat ujian tertulis juga didampingi dosen dari perguruan tinggi tersebut.

Terpilih sebagai Sekdes dengan nilai tertinggi adalah Diayu Nugrahaini Putri Prasetya, warga Triharjo yang lahir 4 Juni 1992. Sedangkan nilai tertinggi ujian Kasie Pembangunan dan Pemberdayaan adalah Anang Junanta, warha Triharjo kelahiran 27 Juni 1979. Hadir dalam acara pelantikan perdes tersebut, Kepala BPMPDPKB, Sri Utami, Camat Wates, Ariadi, pejabat desa, tokoh masyarakat Triharjo, dan keluarga terlantik. 

Dalam sambutannya, Sri Utami menjelaskan bahwa penyelenggaraan pemerintah desa saat ini sudah menggunakan peraturan perundangan yang baru yaitu UU No 6/2014 beserta dua Peraturan Pemerintahnya, dan Pemkab Kulon Progo sudah menetapkan 4 perda dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan desa yaitu Pedoman Organisasi dan Tata Pemerintahan Desa, Perda Tentang Kepala Desa, Perda tentang Perangkat Desa dan Perda tentang Keuangan desa ditambah lagi peraturan Bupati untuk peraturan pelaksana perda tersebut.

"Maka seluruh perangkat desa mulai dari Kades hingga dukuh harus belajar `membaca`, artinya memahami peraturan perundangan yang menjadi pedoman kerja. Terkait peraturan perundangan ini kita diharapkan tidak salah memahami. Karena saat ini pemerintah desa bisa disamakan dengan pemerintah kabupaten kecil, karena desa saat ini juga menerima transfer dana dari pemerintah pusat, dan juga sumber-sumber keuangan yang lain yang harus masuk dalam APBDes dan juga pengeluarannya," katanya.

Sementara itu Ariadi menyatakan bahwa pelantikan ini bisa menjadi awal yang baik untuk bisa mengabdi kepada masyarakat dan desa Triharjo. Menurutnya pengisian perangkat di desa Triharjo sejak sosialisasi sampai dengan pelaksanaan ujian tertulis, pengkoreksian, semuanya berjalan dengan lancar dan tertib sesuai peraturan. 

"Dalam proses pengisian perangkat ini, kita dari kecamatan selalu mendampingi, dari sosialisasi, penyusunan tatib, kemudian tahapan-tahapannya selalu kita ikuti perkembangannya. Dan Panitia selalu berkonsultasi untuk pelaksanaan kegiatan. Sehingga kita selalu bisa memantau secara tahap-bertahap," katanya. 

Ariadi berharap dan sangat menunggu kiprah perdes baru ini karena keduanya merupakan perangkat yang cukup vital di desa. Sehingga diharapkan ada percepatan-percepatan di bidang pembangunan maupun di bidang kesekretariatan, sehingga pelayanan di desa Triharjo ini bisa berjalan optimal. 

Terkait proses pengisian perdes melalui tahapan seperti yang dilakukan Pemdes  Triharjo menurutnya sangat cocok untuk saat ini, dimana desa akan menghadapi tantangan berat, seperti adanya kucuran dana dari pusat yang cukup besar. Dengan sistem seperti ini desa bisa menyesuaikan dengan kompetensi yang dibutuhkan serta bisa bekerja sama dengan pihak ketiga menyusun panitia sendiri supaya bisa memilih calon yang berkompetensi. Misalnya sekdes harus berkompetensi dalam bidang perencanaan, manajerial, keterampilan komputer, berkoordinasi dan sebagainya. Dengan sistem ini hasilnya lebih terukur sehingga sangat cocok untuk dilaksanakan di tahun-tahun mendatang. Meski tetap perlu dilakukan penyempurnaan.

"Meski menghadapi tantangan yang berat, namun saya yakin dengan kebersamaan, baik di desa Triharjo ini maupun di seluruh kecamatan bisa melaksanakan dengan baik," tutur Ariadi.

Samsu Giharto menjelaskan bahwa kegiatan pengisian perdes dilakukan dengan ujian dengan 11 panitia perwakilan dari masing-masing pedukuhan. Dirinya menjamin bahwa panitia pengisian perdes benar-benar terpercaya, akuntabel dan bisa menjaga netralitas.

Kepadan kedua perdes baru, Giharto berharap supaya perangkat tidak hanya sekedar jadi pamomong saja, tapi juga bisa melaksanakan perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban (kegiatan). Jadi kalau dahulu sekedar menjadi pamomong, sekarang harus bisa teknologi informasi dan akuntansi, mengingat ke depan desa menerima dana yang cukup besar untuk dikelola. Untuk mengelola dana desa yang cukup besar, desa akan melaksanakan pelatihan bagi perangkat dengan anggaran APBDes. 

Ujian untuk proses pengisian perangkat desa ini dirasa Samsu Giharto sangat mencukupi karena dari pelaksanaan sampai pelantikan animo masyarakat cukup tinggi dan netralitas panitia sangat terjaga sehingga menghasilkan SDM yang lebih berkualitas. Proses ujian sendiri dilaksanakan secara terbuka dan pengoreksian hasil ujian juga dilakukan secara terbuka, sehingga panitia dan peserta dapat melakukan koreksi bersama-sama. Dengan demikian masing-masing peserta langsung tahu nilainya. 

"Harapan kami kepada perangkat terlantik, semoga bisa cepat untuk belajar menyesuaikian diri mengingat sekarang sudah diberlakukan UU No 6/2014 sehingga dituntut kinerja tidak seperti sebelumnya. Sebangai pamong tidak hanya sebagai pamong saja, tetapi harus bisa bisa mengikuti perkembangan, profesional dan akuntabel, sehingga bisa merencanakan, melaksanakan dan mempertanggungjawabkan sesuai aturan dan waktu yang ditentukan," harap Giharto. ***