Serah Terima PSP3 di Kulon Progo

  • 30 September 2015 13:40:07
  • 2709 views

Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) serahkan 17 (tujuh belas) Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Perdesaan (PSP3) Angkatan XXV Tahun 2015 DIY kepada Bupati Kulon Progo, kemudian Bupati menyerahkan kepada Kepala Desa yang ditempati PSP3.

Penyerahan dilakukan di Rumah Dinas Bupati, Rabu (30/9). Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY Ir.Edy Wahyudi,MPd, Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K), Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kab. Kulon Progo Drs.Y.Krissutanto, Kepala Dinas Kesehatan, dan Kepala Desa penerima PSP3.

Kepala Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY Ir.Edy Wahyudi,MPd menyampaikan, PSP3 Angkatan XXV Tahun 2015 DIY ini sebenarnya ada 38 peserta, tetapi 1 orang mengundurkan diri karena diterima S2 di UGM Yogyakarta. Sehingga saat ini tinggal 37 peserta. Dari 37 peserta ini 20 ditempatkan di Gunungkidul, dan 17 peserta ditempatkan di Kulon Progo.

PSP3 yang merupakan program dari Kemenpora, pada tahun-tahun sebelumnya antar propinsi, 6 propinsi masuk DIY, sekarang karena ada pengurangan anggaran, dari DIY untuk DIY. Tahun ini ke Gunungkidul dan Kulon Progo.

"Dari Kulon Progo yang daftar lebih banyak, yang diterima juga lebih banyak dari tahun kemarin" kata Edy. Dari 17 peserta yang ditempatkan di Kulon Progo, 13 peserta berasal dari Kulon Progo, dan 4 lainnya ada yang dari Bantul dan Sleman.

Hak dan kwajiban PSP3 tetap sama dengan tahun yang lalu, masing-masing menerima hak Rp 3 juta/ bulan dipotong pajak. Ditambah biaya kesehatan Rp. 100 ribu/ bulan.

"Anak-anak selama 1 tahun, bertugas mendampingi, menginspirasi, mengembangkan dan memberdayakan ekonomi masyarakat, dengan dikasih modal rintisan. Insyaalloh Rp. 20 juta/ tahun" kata Edy

Rp. 20 juta ini digulirkan 4 kali. Sekali dicairkan, kemudian diadakan kegiatan dan membuat laporan.

Edy bersyukur, karena sebelumnya ada PSP3 Angkatan XXIII yang berakhir 31 Agustus yang lalu, peserta atas nama Panji dari Tayuban Panjatan Kulon Progo yang bertugas ke Maluku, berhasil mengembangkan bisnis ayam geprek, dengan omset yang luar biasa.

Kemudian juga mengembangkan di Jogja, selain ayam geprek juga kembangkan wingko arjuno.

"Tujuan utama bersama masyarakat mengembangkan bidang ekonomi, sesuai potensi di daerah masing-masing" tambah beliau.

Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) menyampaikan, atasnama Pemda dan masyarakat menyampaikan terimakasih atas perhatian kepada Kulon Progo dan Gunungkidul. Dan menyampaikan 2 daerah ini perlu perhatian lebih karena kesenjangannya dengan kabupaten lain sangat jauh.

"Kami sampaikan selamat, karena terpilih. Predikat luar biasa Sarjana Penggerak Pembangunan" kata dokter Hasto.

Lebih lanjut dokter Hasto berpesan, bahwa untuk membangun, harus dimulai dari diri kita sendiri, baru membangun orang lain.

"Bisa inisiasi ayam keprek. Yang penting bagaimana mulai dari diri kita sendiri" tandas beliau.

Karakter PSP3 harus berubah, karena ekspektasi masyarakat saat ini berubah. Tuntutan masyarakat juga tinggi. Masyarakat tahunya datang akan diberi bantuan. Untuk itu PSP3 harus mempunyai ide, gagasan, apa saja yang akan dikembangkan di masyarakat.

"Besok mau apa, itu PR yang penting" tambah beliau.

Lulusan akademik, belum tentu diterima baik di masyarakat. Untuk itu PSP3 harus menghindari beberapa sifat, seperti Tidak tangguh, Cepat bosen, Tidak bisa kerjasama, Kurang jujur, Bersifat kutu loncat, Tidak miliki integritas, Tidak miliki rasa humor.

Agar sukses di masyarakat, Modal utama sekitar 80 persen mindset harus bagus. Tidak hanya ilmu akademik saja yang bagus.

"Harusnya ilmu bagus, soft skill juga bagus" kata beliau.

dokter Hasto menilai, di sekolah biasanya 90 persen hard skill, sedangkan soft skil 10 persen.

"Mulai besok, ingat, soft skill jangan dilupakan, karena penting sekali" pesan beliau.

dokter Hasto juga berpesan, jadi generasi muda jangan cengen, dan minta diperhatikan. Tetapi harus mengerti akan banyak orang. Tidak minta dimengerti semua orang, tapi mengerti semua orang. Itulah tugas seorang pelayan masyarakat.

"Bangun infrastruktur cepat asal ada waktu dan dana. Tapi merubah dan bentuk sistem, butuh filosofi, energi dan inovasi" jelas dokter Hasto untuk memberikan motivasi.

Untuk itu dokter Hasto siap berdialog untuk mengembangkan inovasi PSP3 dan menyiapkan waktu setiap Kamis pagi saat open house. (akhmad)