Lingkungan Belum Mendekati Ramah Anak

  • 30 September 2015 09:47:25
  • 959 views

Wakil Bupati Kulon Progo, Drs.H.Sutedjo, Rabu (30/9) membuka seminar dalam rangka Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2015 tingkat Kabupaten Kulon Progo di Aula Adikarto (Gedung Kaca) Wates. Dalam sambutannya Wabup mengatakan bahwa dirinya menyambut baik tema yang diangkat pada Hari Anak Nasional tahun ini, yaitu ”Wujudkan Lingkungan dan Keluarga Ramah Anak ”. Anak akan tumbuh dengan baik jika memperoleh cinta, kepedulian, dan keramahan. Cinta kasih, keramahan, dan kepedulian itu harus dimulai dari kehidupan keluarga yang harmonis. 

"Kami berharap tema ini dapat menjadi inspirasi dan memotivasi kita untuk lebih meningkatkan kepedulian pada pemenuhan empat hak pokok bagi anak-anak kita, yaitu ; hak perawatan dan pengasuhan, hak kesehatan, hak pendidikan dan rekreasi, dan hak perlindungan dari kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi," ujar Wabup.

Disamping itu Wakil Bupati juga mengatakan bahwa dalam kehidupan ini semakin lama semakin berat bagi anak, akan ada persaingan hidup yang makin keras. Anak-anak harus disiapkan untuk menghadapi hal ini supaya mereka bisa survive pada saatnya nanti. Terkait dalam perlindungan terhadap kekerasan dan eksploitasi, seluruh pihak wajib melakukannya, termasuk dalam hal diskriminasi. 

Dalam meningkatkan kualitas pengasuhan terhadap anak-anak, menurut Wabup perlu dilakukan beberapa langkah pendekatan, yaitu mengembangkan Kulon Progo sebagai Kabupaten Layak Anak, dimana Kulon Progo sudah mendapatkan penghargaan sebagai kabupaten layak anak strata pratama. Mencegah, menghentikan dan menghapus tindakan kekerasan kepada anak. Memperbaiki status kesehatan terhadap anak-anak. Dan meningkatkan pelayanan pendidikan kepada anak-anak.

Narasumber dalam seminar tersebut, Vitria Rahayuning Lestari, Dosen Psikologi UII, menjelaskan bahwa saat ini disadari bahwa lingkungan dan keluarga yang ada mungkin belum menuju atau mendekati pada ramah anak. Sedangkan untuk membimbing anak menjadi orang yang sukses tentunya para orang tua memerlukan bekal. Para orang tua dalam membimbing anak juga melakukan learning by doing, jika ada kesalahan maka diperbaiki. 

"Proses pendidikan anak dimulai sejak dalam kandungan, sejak ibu mengetahui bahwa dia tidak sendiri lagi, ada sesuatu yang harus dia lakukan, tidak hanya pemenuhan gizi. Tapi juga pemenuhan psikis untuk calon bayi," papar Vitria. 

Ditambahkannya untuk mendukung pemenuhan kebutuhan psikis anak, ibu harus banyak-banyak mengajak bicara anak, memberikan kenyamanan dan keamanan pada anak. Misalnya jika ngompol harus segera diganti, menemani bayi tidur, dan sebagainya. 

Seminar ini dihadiri oleh Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo yang tergabung dalam Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak, Tim Penggerak PKK, Pimpinan Gerakan Swadaya Masyarakat, dan anak-anak  baik dari Forum Anak Kulon Progo maupun perwakilan dari sekolah di 12  kecamatan beserta perwakilan  tenaga pendidik di Kulon Progo.***