Pertama Ikut Karnaval, Kodim 0731 Hadirkan `Leopard`

  • 26 Agustus 2015 12:24:05
  • 3430 views

Untuk lebih meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kiprah Kodim 0731/Kulon Progo di masyarakat, para prajurit ini mengikuti karnaval dalam rangka HUT RI ke 70 tingkat Kulon Progo. Kodim 0731/Klp berpartisipasi dengan menampilkan beberapa kelompok pasukan, yaitu kolone senapan, kelompok beladiri yong modo, kelompok ketahanan pangan, kendaraan dinas Babinsa, Persit Kartika Chandra Kirana, dan Alutsista TNI.
Menurut Koordinator karnaval dari Kodim 0731, Kapt. CZI Sugiarto, maksud dari penampilan prajurit Kodim 0731/Klp dalam karnaval ini adalah menunjukkan komitmen terhadap MoU antara Kementerian Pertanian dengan TNI AD tentang upaya khusus untuk meningkatkan sumber daya ketahanan pangan, sehingga diharapkan dalam jangka waktu satu tahun Indonesia siap swasembada pangan.
"Yang kedua, kami ingin menunjukkan bahwa TNI AD yang ada di kewilayahan masih mempunyai kemampuan, khususnya kemampuan beladiri yong modo maupun keterampilan bersenjata yang ditunjukkan dengan atraksi kolone senapan. Selain dari itu juga menggugah generasi muda menghargai pahlawan, terutama pahlawan dari Kulon Progo, yaitu Nyi Ageng Serang," tutur Sugiarto.
Ditambahkannya, dalam karnaval ini Kodim 0731/Klp juga ingin memperlihatkan kemajuan alutsista TNI dengan membuat replika Tank Leopard. Dengan demikian diharapkan masyarakat tahu bahwa alutsista TNI semakin maju.
Jumlah personel Kodim 0731/Klp yang dikerahkan dalam karnaval ini adalah 125 orang, terdiri dari TNI, PNS, dan Persit Kartika Chandra Kirana Kodim 0731/Klp, yang menampilkan beberapa pakaian yang menunjukkan bahwa istri prajurit memiliki beberapa fungsi untuk mendorong tugas suaminya.
Terkait beladiri yong modo, menurutny di Kulon Progo belum ada tempat latihannya, karena sekarang beladiri ini baru khusus untuk kalangan militer. Di seluruh jajaran TNI AD diwajibkan mempunyai kemampuan yong modo. Tahun ini prajurit di batalyon harus sudah sabuk hitam, sedangkan tingkat komando wilayah masih menyesuaikan dengan kemampuan di tingkatnya.
Sementara itu, Eko Teguh Santoso, panitia karnaval dan pawai, menjelaskan bahwa dalam karnaval ini panitia ingin menampilkan potensi yang ada di Kabupaten Kulon Progo supaya bisa membangun Kulon Progo dengan geliat yang lebih baik lagi. Sehingga akan berdampak pada ekonomi Kulon Progo yang lebih baik. Sedangkan jumlah peserta hingga karnaval dimulai adalah 70 kelompok, jumlah ini kemungkinan bertambah lagi karena masih ada peserta yang ingin mendaftar. Jumlah peserta ini meningkat dibanding tahun lalu yang hanya berjumlah 64 peserta. Para peserta sebagian besar dari masyarakat dan dari perkumpulan-perkumpulan.
"Kami berharap pengunjung semakin besar karena dari pengunjung yang datang akan membangun citra Kulon Progo ke depan. Jadi apa yang disosialisasikan saat karnaval ini bisa ditangkap luas oleh masyarakat Kulon Progo," katanya.
Eko menambahkan bahwa rute karnaval pada tahun ini sengaja dirubah, tidak seperti tahun lalu, karena jalan negara tidak boleh dilewati untuk kelancaran lalulintas umum. Kemudian, jika arah karnaval ke arah selatan, berarti harus melalui rel KA dua kali. Mengingat rel di sekitar stasiun Wates sudah 2 track, maka setiap 20 menit sekali ada kereta lewat, sehingga mengganggu karnaval. Kemudian lewat jalur tengah ini memang sengaja dibuat agar taman-taman Kulon Progo yang baru dibangun di wilayah selatan aman, sehingga karnaval bisa berjalan, dan aset taman Kulon Progo (yang ada di Alun-alun Wates) juga aman.
Salah satu penampilan yang menarik adalah barisan bendera merah putih panjang yang mewujudkan kecintaan masyarakat kepada NKRI. Selain itu juga ditampilkan potensi-potensi pertanian, seni, yang merupakan geliat Kulon Progo saat ini.
Karnaval dibuka oleh Wakil Bupati Kulon Progo, Drs. H. Sutedjo pada pukul 10.00 WIB, dan di panggung kehormatan dihadiri oleh Forkorpimda dan beberapa kepala SKPD Kulon Progo. (p)