Verifikasi Kabupaten Sehat; dr.Ann Nilai Inovasi di Kulon Progo Luar Biasa

  • 20 Agustus 2015 13:59:31
  • 5766 views

dr Ann Natalia Umar menyampaikan, inovasi yang dilakukan di Kulon Progo luar biasa, tidak ditemukan di kabupaten lain. Meskipun disampaikan miskin anggaran, tetapi kaya akan inovasi.

"Banyak sekali nilai poin lebihnya, terutama nilai KTR-nya, penurunan iklan rokok, salah satu hal yang menjadikan berbeda. Pembangunan dan pemanfaatan hasil buminya juga luar biasa" demikian disampaikan dr.Ann Natalia Umar Ketua Tim Verifikasi Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Pusat di Kabupaten Kulon Progo Tahun 2015 Kategori Swasti Saba Padapa, bertempat di Rumah Dinas Bupati, Kamis (20/8).

Disampaikan inti kegiatan verifikasi ini bukanlah penilaian, tetapi verifikasi atas dokumen dengan melihat hasil di lapangan.
Setelah melihat paparan Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K), dr.Ann menilai dokumen yang disampaikan nilainya kecil, tapi hasil dari paparan ini luar biasa. Untuk itu dr.Ann memberikan catatan dan saran, saat membuat dokumen, agar lebih tergambarkan dengan baik.

"Jadi yang membaca mendapatkan semua masukan dan melihat dukungan itu bagus, dan semua terlihat di paparan" pesan dr.Ann, dan untuk melihat bukti nyata, akan kelapangan dan diskusi dengan masyarakat.

"Paparan bapak yang luar biasa, menggambarkan bagaimana Kulon Progo. Walaupun disampaikan dari awal kabupaten miskin, miskinnya itu hanya dianggaran atau keuangan saja, tapi sisi lainnya sangat kaya. Kaya akan inovasinya serta kaya sekali dalam masyarakatnya, saya lihat melakukan gotong royong bedah rumah nya" kata beliau.

Hal tersebut disampaikan merupakan salah satu kegiatan yang akan dilakukan Jokowi, dimana harus melakukan pembangunan puluhan ribu rumah.

"Kabupaten Bapak, sebelum kami pusat memberikan bantuan, Kulon Progo sudah melakukan dukungan dulu, kegiatan yang akan lakukan ditahun-tahun mendatang." Tambah dr.Ann

 

Kepala Bidang P2MK (Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan) Dinas Kesehatan DIY drg.Daryanto Chadori,M.Kes menyampaikan, verifikasi di Kulon Progo ini yang terakhir di DIY setelah beberapa hari yang lalu melakukan verifikasi di 4 Kabupaten/Kota lain.

Kegiatan ini juga untuk memverifikasi dokumen dan unggulan kegiatan dengan kenyataan di lapangan. Dilihat yang diunggulkan apakah sesuai data yang diajukan.

Untuk Kulon Progo, yang jadi unggulan adalah sarana prasarana pemukiman sehat dan kehidupan masyarakat yang mandiri dan sehat.

"Beberapa indikator dilihat, dicocokkan dengan data yang sudah masuk" kata Daryanto Chadori, yang menambahkan, sebelumnya, tim pembina Kabupaten Kota Dehat DIY juga sudah melakukan pendampingan untuk menyiapkan dokumen dan data terkait kegiatan yang diunggulkan.


Sebelumnya Bupati Kulon Progo, dokter Hasto menyampaikan materi terkait kegiatan yang sudah dilakukan di Kulon Progo, baik oleh Pemerintah Kabupaten maupun oleh masyarakat Kulon Progo.

"Sejak awal sudah komitmen tinggi jadi kabupaten yang sehat. Sesuai visinya jadi kabupaten sehat" kata dokter Hasto.

Visi ini dipakai untuk memberikan semangat, mengejar agar menjadi kabuapaten yang sehat. Beberapa program yang dilaksanakan, seperti Jamkesda tanpa kartu, hanya dengan KTP atau KK dicover Jamkesda. Puskesmas digratiskan. 2).RSUD Wates menerapkan tanpa kelas untuk yang tidak mampu. 3).Semua puskesmas menjadi BLUD agar layanan lebih cepat, dan dapat mengambil kebijakan sendiri. 4).Membangun RSUD baru. 5).Mengembangkan RSUD Wates menjadi Rumah Sakit type B Pendidikan. 6).Meningkatkan cakupan layanan air bersih.

Selain itu juga kegiatan bedah rumah RTLH dengan gotong royong masyarakat tanpa menggunakan APBD/ APBN. Untuk kesehatan lingkungan jugan membangun IPAL Komunal, Taman kota, Pengelolaan Sampah.

"Pengelolaan sampah punya prinsip zero plastik di TPA. Sehingga membuat barier-barier TPST, KSM, mengelola limbah atau sampah. Membersihkan lingkungan sekaligus mengentaskan kemiskinan dengan membeli bak sampah dari bambu" tambah beliau.

 

Seusai penerimaan di Rumah Dinas Bupati dilanjutkan dengan peninjauan lapangan, yaitu:
1).Melihat Taman Bermain dan Arena olah raga di Alun-alun Wates.
2).Dilanjutkan ke Sekretariat Tim Pembina Kabupaten di Dinas Kesehatan.
3).Dilanjutkan Sekolah Adiwiyata dan UKS di SDN IV Wates.
4).Melihat Administrasi Pokja Kalurahan Sehat di Pokja Kelurahan Wates.
5).Administrasi Forum Kabupaten di Sekretariat Forum Kabupaten.
6).Melihat kegiatan masyarakat dan lingkungan sehat: IPAL Komunal, Pengelolaan Sampah, Tempat Ibadah Sehat, Jumantik anak Sekolah, Posyandu Balita dan lansia, Posbindu di RW 12 Wonosidi Lor Kelurahan Wates.
7).Melihat Taman Kota. Ke Kompleks TPA Banyuroto melihat masyarakat pengguna gas metan TPA dan IPLT.
8).Mengunjungi Desa Bebas Narkoba "Gema Satriya" di Dusun Grigak Giripurwo.
9).Melihat Administrasi Forum dan Pokja Sehat, Administrasi pengelolaan Air Bersih di Forum Kecamatan sehat. Penggunaan air bersih oleh masyarakat di Pedukuhan Karanganyar desa Giripurwo.
10).Dilanjutkan ke Pedukuhan Beteng Desa Jatimulyo melihat kegiatan masyarakat dan lingkungan sehat KWT Dewi Sri, pelaksanaan Bedah Rumah (RTLH), Rumah Sehat, Desa Bebas Asap Rokok, Desa PHBS (Stop BABS), Administrasi Pokja Desa Jatimulyo, Administrasi PY balita, PY Lansia, Posbindu. (at)