PDAM Diminta Tetap Pro Masyarakat Miskin

  • 12 Agustus 2015 13:34:08
  • 1492 views

Usai melantik Direktur PDAM, Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) meminta agar pengelolaan PDAM tetap dilakukan dengan pendekatan korporasi yang sebaik-baiknya, dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang baik, dan melanjutkan inovasi produk AMDK (air minum dalam kemasan). Tidak lupa dokter Hasto juga mengingatkan harus tetap Pro kepada masyarakat miskin.

Terkait akselerasi capaian layanan kepada masyarakat miskin, dokter Hasto menilai apa yang sudah dilakukan oleh PDAM Tirta Binangun Kulon Progo saat ini sudah sangat baik, untuk itu perlu sustainibilitas tetap dilakukan.

Dokter Hasto menyampaikan, bahwa visi pengelolaan BUMD adalah menjadikan BUMD sebagai instrumen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan tentu juga melalui pengelolan dengan pendekatan korporasi yang sebaik-baiknya.

Selain itu ada beberapa hal penting yang disampaikan Bupati, seperti: Pertama, Perusda pada umumnya BUMD di Kabupaten Kulon Progo termasuk PDAM, harus mensikapi anjuran terkait transparansi dan akuntabilitas yang baik pada pelaksanaan manajemen.

Kedua, Kulon Progo mempunyai perjuangan yang harus selalu kita lakukan, seperti 1).Melakukan produksi dengan inovasi AMDK (air minum dalam kemasan) dimana hal ini menjadi kebanggaan daerah dan juga memiliki nilai ideologis yang memang harus diusahakan agar bisa menghadapi globalisasi, perdagangan bebas sehingga harus siap dengan produk sendiri.

"Untuk itu kami harap kepada direktur untuk tindak lanjuti kegiatan yang sudah dilakukan dalam rangka memberdayakan produk lokal dalam hal ini air minum lokal di Kabupaten Kulon Progo" pinta dokter Hasto.

2).PDAM harus Pro kepada masyarakat miskin. Selama ini akselerasi capaian layanan kepada masyarakat miskin dinilai sudah sangat baik, sehingga perlu dipertahankan. Tahun 2011 pelanggan sebanyak 11 ribu dan saat ini sudah mencapai 20 ribu, setiap tahun mendekati angka 3 ribu. Dan hal ini dokter Hasto harapkan tetap dipertahan pada tahun-tahun yang akan datang.

"Kita masih punya 130 ribu, tidak bisa diselesaikan dalam waktu cepat tapi kami harap semaksimal mungkin memberikan layanan bagi mereka yang membutuhkan" tambah dokter Hasto.

Tapi dokter Hasto juga meminta, untuk tidak hanya sekedar mengejar dalam kuantitas tapi juga kualitas layanan, karena hal tersebut dinilai tidak kalah penting.

"Tentu masyarakat menengah keatas sudah sangat menilai kualitas layanan dari PDAM ini. Sehingga harapan saya, kualitas harus tetap kita jaga dengan sebaik-baiknya" tambah beliau.

Sustainibilitas tetap kita lakukan dengan memasang kepada keluarga tidak mampu tetap kita lakukan, minimal hari ini terhadap 20 ribu pelanggan di Kulon Progo. Sehingga 20 ribu pelanggan pasti ada 20 ribu masalah suatu saat. Sehingga kita harus jadi pelayan yang sebaik-baiknya.

dokter Hasto menyampaikan, PDAM menjadi satu perusahaan layanan masyarakat yang tentu sangat dibutuhkan dan menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Dan perjuangan serta kegiatan serta pelayanan itu sudah menjadi tekad bagi semua, karena itu ketika kita kerja sebagai pimpinan, maka sudah seharusnya mempunya jiwa sebagai pelayan.

"Kita jadi pelayan yang rela hati untuk menempatkan hati ditempat yang rendah, dalam hal ini untuk bertahan di tempat yang sulit dan menderita suatu saat dan tidak pernah lelah untuk melayani orang lain" terang beliau.

Sebagai penutup, dokter Hasto mengucapkan selamat bekerja dan dan berharap Jumantoro,SE mampu mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya. Sehingga target dan tujuan perusahaan yang diharapkan bisa sesuai dengan yang sudah ditentukan.


Seusai pelantikan, Jumantoro,SE menyampaikan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Bupati untuk mengembang amanah ini. Meskipun tetap selalu memohon bimbingan dan arahan Bupati.

"Peningkatan layanan, saat ini punya 20 ribu pelanggan pasti ada 20 ribu karakter. Harus kita sikapi bahwa apa yang menurut kita sudah baik, belum tentu dirasakan baik oleh pelanggan kita.

Kita harus menyadari hal itu. Sehingga kita harus ada introspeksi, apakah analisis layanan yang kita berikan, agar benar-benar memberikan layanan kepuasan. Karena ada anggapan, walaupun kita sudah memberikan layanan yang terbaik sesuai kemampuan tapi jika belum memberikan kepuasan kepada pelanggan, mereka pasti akan mengeluh kepada kita.

Ditanya terkait penambahan jumlah pelanggan, Jumantoro,SE menyampaikan, bersama seluruh karyawan PDAM, dalam 4 tahun terakhir sudah melaksanakan sambungan rumah murah, disamping itu sudah mengupayakan percepatan penambahan pelanggan, sudah diupayakan maksimal meskipun akan terus mengupayakan lebih lagi.

"Sampai akhir 2019, semangat kita paling tidak dapat menyentuh angka 30 ribu. Itu cita-cita kita bersama" harap Jumantoro,SE. (akhmad)