KKN Uin Sunan Kalijaga Gandeng KPU Kulon Progo Dalam Pendidikan Pemilih

  • 11 Agustus 2015 11:34:55
  • 1543 views

KKN UIN SUNAN KALIJAGA menggandeng KPU Kulon Progo dalam acara Pendidikan Pemilh Pemula untuk siswa kelas XII  pada Senin, 10 Agustus 2015 di SMA N I Galur Kulon Progo. Acara tersebut dapat berjalan lancar berkat dukungan dari Kepala Sekolah SMA I Galur, Anang Sutarta, S.Pd, M.Si. 

Membicarakan pemilu tidak bisa terlepas dari beberapa unsur yang menyertainya. Secara genealogis, sistem ini lahir sebagai konsekuensi logis negara yang menganut sistem politik demokrasi. Namun, seperti yang dikemukakan oleh Joseph Schumpter, demokrasi akan menjadi malapetaka, jika maknanya disempitkan hanya sebatas euforia pemilihan umum. Artinya, harus ada rejuvenasi baru terhadap pola pemilu, yakni mengedepankan substansi daripada prosedur yang memungkinkan adanya penyelewengan-penyelewengan. Terlebih, sebentar lagi akan diselenggarakan pilkades serentak di kabupaten kulon progo ini. Tentunya, kita semua tidak menginginkan produk pilkades akan menghancurkan pembangunan.

Melihat manifesto yang terkandung dalam paragraf diatas, Mahasiswa/i KKN UIN SUNAN KALIJAGA Jurusan Siyasah, berinisiasi untuk memanifestasikannya dalam gerak riil, dalam bentuk sosialisasi pemilih pemula. Dalam kesempatan kali ini, Mahasiswa/i KKN Jurusan Siyasah menggandeng KPU Kulon Progo sebagai elemen penyelenggara PEMILU.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia dari KKN UIN Sunan Kalijaga ,Sumarno, menyampaikan beberapa latar belakang daksanakannya kegiatan tersebut.  , pertama, menjaga dan merawat Idealisme pemilih yang mayoritas belum pernah terlibat dalam hiruk-pikuk pemilu. Pemilih pemula selayaknya diorientasikan ke ranah ideologis atau idealis, sebab nantinya kebiasaan mempertahankan prinsip kediriannya akan membawa dampak positif bagi keberlangsungan lumbung Generasi Muda yang tangguh. 

Kedua, tanggung jawab, hak dan kewajiban pemilih pemula dalam proses penyelenggaraan progresifitas pembangunan di Indonesia. Politik merupakan salah satu hal yang tidak bisa dipisahkan dari unsur kehidupan. begitupun dengan warga negara, memiliki hak politik untuk memilih dan mempunyai kewajiban untuk mensukseskan pemilihan umum. Walaupun begitu, hak dan kewajiban tersebut harus didasari oleh rasa tanggung jawab, supaya kesadaran kritis dan nalar cinta sebagai warga negara tidak bergeser dari tempatnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tri Mulatsih MA , selaku Ketua Divisi Sosialisasi. Pendidikan Pemilih dan Hubungan Partisipasi Masyarakat menyatakan bahwa,  “siswa perlu memahami sistem politik demokrasi. Pemilih pemula yang cerdas akan bertanya-tanya mengapa ada pemilu? Kenapa tidak dengan sistem penunjukan? Oleh karena itu, penting kiranya memahamkan kepada para pemilih pemula terkait berbagai hal yang mendasari dipilih dan dijalankannya sistem pemilu dalam ketatanegaraan NKRI.”(-)