Pengentasan Kemiskinan Melalui Pemberdayaan Usaha Mikro

  • 05 Agustus 2015 14:41:54
  • 2666 views

I. Pendahuluan
1. Latar belakang permasalahan
Sebagaimana kita pahami dan maklumi bahwa masyarakat Kulon Progo masih jauh dari keterbebasan kemiskinan. Angka kemiskinan 21,39% (tahun 2013, angka BPS) atau di atas rata-rata angka kemiskinan nasional, sehingga sudah sepatutnya menjadi perhatian dan kecemasan kita bersama.
Sejak peradaban masyarakat dapat memenuhi kebutuhan mereka sendiri, namun seiring perkembangan jaman kebutuhan masyarakat semakin kompleks dan masyarakat semakin tidak mampu memenuhi kebutuhan sendiri. Oleh karena itu jaman semakin menuntut terbentuknya sistem yang teratur yang dinamakan negara. Lebih rinci dapat dijelaskan turunan dari sistem negara meliputi sistem politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan yang kesemuanya itu ditata dalam rangka terpenuhinya kebutuhan masyarakat.
Dalam tiap-tiap sistem di atas diaturlah pelaksana atau penyelenggara yang bertugas melaksanakan setiap rincian program ataupun kegiatan yang merupakan perwujudan kehendak masyarakat dan memenuhi kebutuhannya.
Dapat dijelaskan lebih lanjut bahwa sistem POLEKSOSBUDHANKAM hakekat dasarnya adalah merupakan kristalisasi dari kebutuhan rakyat yang fundamental harus terpenuhi oleh negara hingga muara akhirnya adalah terwujudnya masyarakat yang sejahtera terbebas dari segala permasalahan yang dalam konteks permasalahan kita apa yang disebut dengan kemiskinan. Lebih dalam lagi makin dimengerti akan terjadinya kesenjangan antara das solen dan das sein sehingga munculah masalah kemiskinan.
Fenomena yang menarik di Kulon Progo bahwa sebagian besar penduduk miskin adalah berada di usia produktif. Sebagian besar mereka bermatapencaharian sebagai petani/pekebun. Mereka terbiasa memasarkan produk pertanian masih dalam bentuk mentah (belum diolah). Berawal dari hal tersebut, tulisan ini membuka pemikiran bagaimana usaha mikro menjadi wadah ataupun media transformasi mengubah bahan mentah menjadi bahan jadi, memiliki nilai lebih (added value)....