Pemkab Kulon Progo Rintis Satu Penghafal Tiap Desa

  • 04 Agustus 2015 15:13:05
  • 1641 views

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo pada Selasa (4/8) menyerahkan penghargaan kepada penghafal Al Quran se Kabupaten Kulon Progo. Penyerahan penghargaan tersebut dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Kulon Progo. Untuk para Penghafal Al Quran ini anggaran yang disediakan Pemkab Kulon Progo sebesar Rp. 68.900.000,-  yang diberikan kepada 95 orang hafidz/hafidzoh serta 67 guru.
"Kami dari Pemda mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para ustadz dan ustadzah yang sudah memberikan sumbangsih kepada masyarakat untuk melatih para penghafal Kulon Progo. Terlebih di Kabupaten Kulon Progo masih penting dan perlu sekali untuk meningkatkan kemampuan dalam menghafal Al Quran" kata dr.Hasto dalam sambutannya.
Bupati Dr. Hasto Wardoyo mengatakan bahwa Pemerintah Daerah mendorong kegiatan ini. Ke depan diharapkan tiap desa/kelurahan memiliki satu penghafal Al Quran dimana mereka bisa menjadi imam masjid desa/kelurahan dan tempat bertanya orang satu desa. Cita-cita ini menurutnya tidak terlalu muluk dan sebenarnya bisa tercapai.
Dihadapan khafidz/khafidzoh  Bupati berharap dengan dukungan, dorongan dan penghargaan para guru penghafal Al Quran bisa menyemangati tercapainya cita-cita ini. Diakui Bupati, anggaran penghargaan ini belum seberapa dibanding nilai hafalan yang sudah dicapai. Namun menurutnya Pemda ingin memberi penghargaan yang lebih dari pada saat ini secara tulus terhadap para penghafal dan guru penghafal yang sudah meluangkan banyak waktunya untuk menghafal dan menjaga hafalan Al Quran.
Selain itu, dr. Hasto menyampaikan baha Pemda juga memberikan beasiswa kepada para santri berusia 6 – 15 tahun untuk menghafal melalui BAZDA. Hal ini dalam rangka merintis cita-cita satu penghafal tiap desa. Pemda saat ini juga sedang menyusun rancangan Perda dimana siswa Sekolah Dasar diwajibkan untuk khatam Al Quran di kelas 6 SD sehingga bisa membaca dengan benar. Konsep draft perdanya sedang disusun supaya pada kelas 3 SD khatam Iqro, dan kelas 6 khatam Al Quran.
‘Mudah-mudahan perda ini disetujui oleh DPRD bersama dengan Pemda di tahun 2015 ini sehingga di tahun-tahun 2016-2017 tinggal mengalokasikan anggaran,” tuturnya.
Ditambahkannya, dengan perda itu tidak menutup kemungkinan SD yang kekurangan guru agama bisa menggaji guru honor untuk mengajar Al Quran.
Menurut Arif Prastowo, Kabag Kesra Setda Kulon Progo, tanggal 4-5 Juli lalu telah dilaksanakan seleksi di Ponpes Al Qur’an Wates bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama, Jami`atul Quro` wal Hufadz (JQH) Kabupaten Kulon Progo, dan Ponpes Al Quran Wates. Melalui seleksi ini diharapkan diperoleh bibit-bibit penghafal Al Quran di Kulon Progo sehingga nantinya dapat menjadi contoh masyarakat Kabupaten Kulon Progo dalam rangka menjaga dan mengamalkan isi kandungan Al Quran.***