Puncak Acara Harkop Ke 68

  • 31 Juli 2015 15:43:49
  • 1985 views

Puncak Acara Harkop Ke 68, Koperasi di Kulon Progo diminta untuk mentransformasikan diri. Sehingga bisa jadi pioner koperasi modern, yang dikelola dengan manajemen professional dan lebih mengutamakan kualitas.

"Koperasi harus mentranformasikan diri, dengan manajemen profesional. Jangan mengutamakan jumlah, tapi kualitas jauh lebih penting" kata Asisten Perekonomian Pembangunan dan SDA Triyono,SIP,MSi seusai pelaksanaan Puncak Acara Hari Koperasi ke 68 Tingkat Kabupaten Kulon Progo tahun 2015 dan sarasehan perkoperasian di KSU Mekar Mas Pedukuhan Jimatan Jatirejo Lendah. Jumat (31/7).

Saat ini banyak koperasi yang membanggakan dan berhasil meraih berbagai prestasi, meskipun ada yang sekedar aktif dan bahkan ada juga yang sudah tidak aktif lagi.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kulon Progo Dra.Sri Harmintarti menyampaikan Puncak acara hari koperasi ke 68 ini sengaja diselenggarakan di KSU Mekar Mas agar KSU Mekar Mas dapat mentransfer informasi dan pengetahuan atas keberhasilan yang diraih, kepada koperasi lain yang ada di Kulon Progo.

Pada tahun 2015 ini KSU yang bergerak dalam kelompok koperasi produsen ini berhasil meraih 2 (dua) penghargaan, yaitu Penghargaan Kelembagaan Ekonomi Petani dalam Lomba Pembangunan Pertanian Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta dari Kementerian Pertanian. Kedua Penghargaan Koperasi Berprestasi (Koperasi Produsen) dari Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta dan Kementerian Koperasi dan UMKM.

Dra.Sri Harmintarti juga menyampaikan, terkait permodalan untuk koperasi, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sesuai peraturan, saat ini tidak boleh memberikan pinjaman modal ke koperasi. Jika akan pinjam modal, harus melalui lembaga keuangan.

"Silahkan ke LPDP, minimal Rp. 100 juta. Seperti koperasi yang dikelola Pak Domo bisa mengakses sampai Rp. 2 Miliar ke LPDP di Kementerian" kata Dra.Sri Harmintarti.

Untuk Bantuan sosial, hibah sekarang juga tidak semudah dulu, sudah harus ber-NIK, harus aktif, harus berdaya dulu, baru diberi bantuan sosial. Agar Koperasi dapat berkembang, Dra.Sri Harmintarti meminta koperasi untuk melakukan kemitraan.

Ketua Pengurus KSU Mekar Mas, Slamet Riyanto,AM.Pd. menyampaikan terkait hal yang penting dalam pengelolaan koperasi salah satunya administrasi merupakan bagian yang sangat vital dan strategis dalam sebuah lembaga. Perlu didukung sistem kearsipan yang tertata Dengan baik guna mendukung kinerja.

Kondisi sebelumnya, anggota KSU Mekar Mas masih menerapkan sistem pertanian tradisional. Kurang pengetahuan, ketrampilan sistem budidaya. Kurang modal usaha mengakibatkan banyaknya rentenir. Belum ada jaminan benih unggul dan pemasaran hasil. Keterbatasan akan sarana dan prasarana usaha.

Melihat kondisi tersebut, KSU Mekar Mas kemudian melakukan langkah-langkah upaya kegiatan untuk melakukna perubahan, seperti di bidang pendidikan, dengan sosialisasi keanggotaan melalui pertemuan sarasehan penyediaan buku dan leaflet, pelatihan anggota, pengurus dan manajemen. Sekolah petani dan sekolah lapang. Lokakarya. Pertemuan rutin di tiap kelompok bersama penyuluh. Penerapan paket teknologi (Demplot) pertanian kerjasama UGM. Melakukan kemitraan.

Dibidang Usaha, selain simpan pinjam, juga ada program kemitraan Usaha Budidaya Kedelai. Dengan Program Pemberdayaan Petani Kedelai Hitam yang bermitra dengan FTP UGM, Yayasan Unilever Indonesia, Yayasan Field Indonesia, dan Persada lewat program saraswati. Selain itu juga dengan kelompok tani dan gapoktan serta instansi terkait.

"Melalui program ini kami berperan dan berkomitmen untuk memberdayakan anggota petani dengan menyediakan benih unggul bagi petani, pendampingan budidaya dari awal tanam - pasca panen, kepastian harga pembelian dan jaminan pasar dengan sistem kontrak kerjasama diawal tanam dengan mengutamakan prinsip kemitraan yang setara dan saling menguntungkan melalui konsep pertanian berkelanjutan" kata Slamet.

Untuk tahun 2015, s/d bulan Juni luas penanaman untuk kedelai hitam seluas 85 Ha dan untuk kedelai kuning seluas 5 Ha yang tersebar di 4 Kecamatan di Kulon Progo. selain itu juga bermitra dengan kelompok tani di wilayah Ringinharjo Palbapang Bantul dengan pananaman seluas 13 Ha.