Tokoh Nasional Tergelitik Gentong Rembes, Bantu 2 Bedah Rumah

  • 29 Juli 2015 20:03:49
  • 3109 views

Gentong rembes mulai menarik perhatian beberapa tokoh nasional. Dr.dr. Sugiri Syarief,MPA Mantan Kepala BKKBN sekaligus mantan Sekretaris KPK ikut mendukung Gerakan Gotong Royong Rakyat Bersatu (Gentong rembes) dengan memberikan bantuan Rp. 20 juta. Bantuan diberikan untuk gotong royong bedah rumah milik Jemiyo Udi Waluyo dan Yuliyanto warga pedukuhan Dukuh Bumirejo Lendah, yang dilaksanakan Rabu (29/7).

Melihat semangat gotong royong masyarakat dan masih banyaknya warga yang rumahnya tidak layak huni, dokter Krisna dari Irjen Kementerian Kesehatan yang dalam kesempatan tersebut juga hadir, menyampaikan akan ikut menyumbang bedah rumah pada kesempatan lain untuk 2 rumah.

Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) menyampaikan, dengan gerakan Gentong rembes ini, kalau menjadi gentong sebaiknya merembes ke orang lain. Kalau jadi orang yang berkecukupan memberikan bantuan kepada orang yang masih kekurangan.

dokter Hasto menyampaikan terimakasih kepada dr Sugiri yang telah membantu bedah rumah, kepada GM PT Sung Chang Indonesia Mr Gee Kue Teag yang memberikan bantuan 20 zak semen, kepada masyarakat yang secara spontanitas memberikan bantuan, dan kepada dokter Krisna yang akan memberikan bantuan. Dan beberapa rombongan dokter lain seperti dokter Bondan dari Jakarta, dokter dari Blitar, dokter dari UGM, yang ikut berpartisipasi dalam bedah rumah ini.

"Hingga saat ini sudah 620 rumah dibedah di Kulon Progo, non APBD, non APBN. Dengan dibantu Swadaya masyarakat" kata dokter Hasto.

Kepada Wagiman (panitia bedah rumah pedukuhan Dukuh), Bupati juga mengapresiasi cara menentukan rumah yang terlebih dahulu dilakukan bedah rumah, karena dilakukan secara sistematis, untuk memutuskannya. Sehingga dokter menyebutnya berpikiran doktor, yang disambut senyum seluruh pengunjung.

Sebelumnya Wagiman Panitia pembangunan yang juga mantan dukuh setempat menyampaikan harus melakukan rapat pedukuhan dan harus memilih dengan cermat dengan berbagai criteria untuk menentukan yang berhak menerima bantuan, karena dari 160 KK yang ada, yang masuk kategori miskin sebanyak 36 KK (22,5 persen), 20 KK diantaranya dibawah garis kemiskinan. Sedangkan yang akan menerima bantuan 2 KK.

"Meskipun awalnya berat menentukan, karena amanah tetap dilakukan" kata Wagiman.

Kondisi Pedukuhan Dukuh seluas 20 Ha dengan kondisi pekarangan lahan kering, luas sawah 9 Ha, meskipun ada yang punya sawah banyak, tetapi banyak juga yang tidak mempunyai sawah.

"Seperti Yuliyanto, sebagai buruh pemetik kelapa, masih punya anak sekolah, rumah masih numpang" kata Wagiman.

"Kami ikut mendukung gentong rembes, dimana yang punya ikut memikirkan yang tidak punya. Masyarakat bersatu, ada yang memberikan kayu jati, pohon kelapa, batu, semen, camat memberikan IMB" tambahnya.


dokter Sugiri menyampaikan merasa ikut tergelitik membantu bedah rumah, karena gerakan seperti ini perlu dukungan dari semua pihak.

Sugiri juga meminta masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan yang masih kosong, karena melihat banyak pekarangan yang belum dimanfaatkan.

Beliau ikut mendukung gerakan gentong rembes ini, karena jika masyarakat digerakkan, masyarakat akan lebih sejahtera.

"Dengan bantuan ini saya berharap bisa merangsang gotong royong dan kepada masing-masing keluarga agar lebih sejahtera" tambah dokter Sugiri. (akhmad)