Pejabat Dapat Belajar dari Safari

  • 30 Juni 2015 11:25:34
  • 2260 views

Dengan safari banyak manfaat yang didapat. Disamping pejabat dapat silaturahmi dengan masyarakat, mengetahui permasalahan di masyarakat, dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, para pejabat juga banyak mendapat ilmu dari tausiyah yang disampaikan ustad.

Seperti saat safari di Masjid Al Huda Pedukuhan Kemiri Wijimulyo Nanggulan, Senin (29/6), Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) menyampaikan, melalui tausiah yang disampaikan Drs.H.R.Abdul Hamid Tarwaca,MSi (Pengasuh Ponpes Dakwatul Islamiyah Madigondo Sidoharjo Samigaluh), pejabat dapat belajar tentang keikhlasan dalam melakukan sesuatu, apakah karena Alloh SWT atau hanya karena pimpinannya.

"Takutnya harusnya kepada Alloh SWT, tidak kepada siapa-siapa" kata Bupati, didampingi Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo, Sekda Kulon Progo Ir.RM.Astungkoro,MHum dan para pejabat di lingkungan Pemkab Kulon Progo.

Dalam pengambilan kebijakan para pejabat juga sulit untuk melegakan semua orang, sehingga sangat perlu belajar keikhlasan. Keputusan yang diambil pun harus dapat dipertanggungjawabkan, baik dunia maupun akhirat. Seperti lebih memperhatikan fakir miskin, dan pendidikan karakter anak.

Karena pendidikan karakter anak dinilai sebagai modal penting, maka Pemerintah Kabupaten bersama DPRD Kulon Progo membuat Perda Pendidikan, sehingga pendidikan agama anak didik bisa ditingkatkan.

"Harapan kelas 3 sudah tamat iqro, tamat kelas 6 khatam Al Quran, sehingga Guru Agama di SD Negeri juga ditambah" harapan dokter Hasto.


Di Masjid Al Huda ini dokter Hasto juga bangga dengan kegotongroyongan masyarakat, selain membangun jalan, juga yang berhasil membangun masjid, TPA, dan saat ini sedang membangun gudang dan dapur di komplek masjid. Meskipun bantuan yang diberikan tidak besar, dokter Hasto berharap dapat untuk meringankan takmir dan bermanfaat bagi masyarakat.

Bupati menyerahkan bantuan:
1).Kepada Takmir Masjid Al Huda (Bantuan dari Bazda Rp. 2,5 juta, dari Bazcam Rp. 1 juta, dari BPD Rp. 1 juta).
2).Kepada Pedagang Kecil sebanyak 5 orang.
3).Kepada Duafa sekitar masjid sebanyak 10 orang.
4).Bantuan dari Perindag ESDM kepada 3 kelompok: Kelompok Usaha Bersama (KUB) SMR Motor Pedukuhan Bandung, Donomulyo; KUB Restu Pedukuhan Grubug Jatisarono, KUB; Penjahit Tresno Pedukuhan Sokorojo Wijimulyo.
5).Bantuan Pedagang Kecil sebanyak 2 orang.

 

Sebelumnya Camat Nanggulan Drs.Jazil Ambar Wasan menyampaikan bangga terhadap masyarakat dan jamaah yang telah berhasil membangun masjid, selain dibangun masyarakat sekitar juga masyarakat kemiri yang sedang merantau.

Saat ini Masjid Al Huda yang baru dengan luas 984 m2 ini, sudah digunakan 2 kali ramadhan, mulai tahun 2013 direnovasi, dan sudah membangun TPA di depannya. Saat ini sedang membangun gudang dan dapur. Dan kedepan akan membangun Kamar Mandi dan Pagar.

Jazil menceritakan, awalnya luas tanah 178 m2 pada tahun 1971 dengan Ikrar Wakaf. Sertifikat pada tahun 1993, dibangun pada tahun 1995. Tahun 2011 luas 406 m2 dan saat ini memiliki luas tanah 984m.(at)