Swadaya Masyarakat Pengasih Capai Rp 1 Milyar

  • 11 Juni 2015 11:18:36
  • 1633 views

Kegiatan Bulan Bakti dan Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) yang rutin tiap tahun diadakan mampu meningkatkan motivasi masyarakat untuk lebih berperan aktif dalam pembangunan, sehingga masyarakat tidak hanya obyek, tetapi sekaligus sebagai subyek pembangunan.Peran masyarakat dalam pembangunan secara langsung berupa swadaya meliputu bahan material, tenaga maupun uang tunai yang ditujukan untuk pembangunan fisik, ekonomi, sosial budaya dan lainnya.

BBGRM di Kecamatan Pengasih dilaksanakan pada hari Kamis (11/9) dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati, beberapa Kepala Dinas, PDAM, dan Muspika Pengasih. Rombongan diterima di Balai Desa Tawangsari, yang disambut langsung oleh Camat Pengasih, Santoso dan beberapa kepala desa di Kecamatan Pengasih.

Menurut Kades Tawangsari, sebagian dana desa yang diterima sudah dipakai untuk gotong royong masyarakat, dan swadaya tiap dusun mencapai Rp 10 – 15 juta. Selain itu, di Tawangsari juga ada 40 ha sawah yang sebagian sudah digunakan untuk menanam padi menor. Saat ini Tawangsari sedang menyiapkan diri untuk menyambut perkembangan di masa mendatang, terutama saat ada Badnara, karena menyadari bahwa Pengasih merupakan daerah penyangga ekonomi, terutama jika bandara sudah jadi. Kepada Bupati, Kades Tawangsari berharap dukungan untuk meningkatkan kapasitas 65 pengrajin batik yang saat ini terkendala biaya.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo dalam sambutannya menyatakan bahwa Kecamatan Pengasih memang menjadi daeah penyangga bagi Kota Wates.

“Kecamatan ini adalah satu-satunya kecamatan yang menikmati perkembangan kota Wates, karena memiliki lahan. Misalnya ketika ada UNY maka yang menikmati adalah Pengasih. Juga fasilitas perumahan banyak didirikan di Pengasih,” kata dr. Hasto.

Ditambahkannya, untuk mendukung daerah penyangga terutama  dalam pengembangan pariwisata, di daerah Tawangsari bisa didirikan cottage di pinggir sawah, sehingga para wisatawan bisa mampir di situ dan menikmati pemandangan yang ada di Tawangsari.

Bupati juga sangat mengapresiasi kerelaan masyarakat untuk melebarkan jalan, karena saat ini adalah waktu yang tepat, sehingga ketika bandara sudah jadi sudah siap dimanfaatkan menjadi jalan propinsi. Pihak Pemkab juga akan menata infrastruktur dalam rangka mempersiapkan perkembangan akibat didirikannya bandara di Temon.

Kepada para kades, Bupati juga berharap agar pengelolaan dana desa tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusianya, seperti pengembangan posyandu, fasilitas kesehatan ataupun untuk rois.

Menurut Santoso, secara keseluruhan Kecamatan Pengasih selama tahun 2014 telah menyerap dana untuk kegiatan pembangunan di segala bidang total dana sebesar Rp 9,9 milyar, berasal dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten, APBDes, dan swadaya masyarakat yang mencapai Rp 1,06 milyar. Kegiatan BBGRM di Kecamatan Pengasih dititikberatkan pada peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, khususnya bedah potensi termasuk melalui budaya gotong royong guna mempererat persatuan dan kesatuan menuju masyarakat maju dan mandiri.

Peninjauan yang dilakukan antara lain kegiatan pemuda PIK-R, lahan persawahan dan saluran irigasi, kebun kelengkeng, corblok jalan, penyerahan gerobak angkringan, penyerahan bantuan Bazcam pada rois yang sakit, peletakan batu pertama pembangunan gedung TK Swadaya Masyarakat, deklarasi pedukuhan bebas asap rokok dan bedah rumah.