Nyadran Agung 2015 Akan Lebih Merakyat

  • 10 Juni 2015 09:37:06
  • 2705 views

Nyadran Agung Kulon Progo yang akan digelar besok Sabtu (13/6/2015) di Depan Rumah Dinas Bupati Kulon Progo, akan dibuat lebih merakyat dan meriah. Antara lain, selain pelaksanaan kirab berbagai macam Gunungan, juga akan dilaksanakan Festival Upacara Adat dari 10 (sepuluh) Desa Budaya yang ada di Kulon Progo. Bahkan juga akan dimeriahkan dengan Bazar Batu Mulia dan ada pertandingan tinju.

Seusai pelaksanaan nyadran masyarakat yang hadir dapat memperebutkan berbagai macam gunungan yang disediakan.

Dengan banyak melibatkan desa adat dan masyarakat, maka pelaksanaan nyadran agung yang akan lebih merakyat lagi, dan jadi ajang gawenya masyarakat Kulon Progo. Bahkan para perantau yang tinggal di luar Kulon Progo bisa pulang kampung dan ikut nyadran dan mendoakan para leluhur bersama-sama dengan masyarakat yang ada di Kulon Progo.

"Moment seperti ini jadi gawenya seluruh masyarakat Kulon Progo" kata Asisten Perekonomian Pembangunan dan SDA Triyono,SIP,MSi saat Rapat Pleno Persiapan Panitia Nyadran Agung 2015, yang dilaksanakan di Gedung Kaca, Selasa (9/5).

Disampaikan juga, Nyadran dengan konsep yang merakyat ini juga sesuai dengan keinginan Bupati, Wabup dan Sekda. Sehingga Pemerintah Kabupaten hanya memfasilitasi dan mengkoordinasi penyelenggaraan kegiatan.

"Ada 12 Gunungan Potensi Daerah, 10 Gunungan upacara adat desa budaya, dan 3 gunungan inti dari Panitia" kata Kepala Bidang Kebudayaan Disbudparpora Kulon Progo Joko Mursito,SSn.MA.

Joko menjelaskan, untuk bergodo potensi daerah, data yang sudah masuk saat ini gunungan potensi daerah 1.Aneka Usaha,2.PDAM,3.BRI,4.JMI,5.SAK,6.Jogjavanesia,7.Petani Cabai, 8.Asosiasi Batik,9.Salama Nusantara, 10.Menirsari, 11.Gapoktan,12.Gula Semut.

Untuk pelaksanaan kirab 12 Gunungan potensi daerah, Bergodo SKPD, BUMN, BUMD, Kecamatan, Pemdes, Kelurahan, dimulai pukul 13.00 wib dari Halaman Gedung DPRD menuju Alun-alun.

Sedangkan untuk Festival Upacara Adat Desa Budaya akan dimulai pukul 10.00 wib di Gedung Kesenian Wates, sekaligus dilakukan penilaian dari Dewan Juri yang berkompeten, dilanjutkan kirab dari Gedung Kesenian ke Alun-alun Wates pada pukul 12.00 wib.

Untuk ketentuan peserta kirab, Joko juga menyampaikan ketentuan setiap kelompok peserta yang akan mengikuti kirab dari Halaman DPRD ke Alun-alun, yaitu terdiri 10 (sepuluh) orang, wajib membawa tenong berisi tumpeng beserta kelengkapannya, mengenakan pakaian kejawen gaya Yogyakarta.

Ditambahkan untuk Bazar Batu Mulia di Gazebo depan Rumah Dinas Bupati, pertandingan tinju di Alun-alun sebelah barat (depan Dinas Kesehatan). Untuk Pembaca doa dari Pondok Pesantren Al Hidayah Karangwuluh Temon. (at)