Bupati Terkesima Gedung Baru Banyuroto

  • 09 Juni 2015 07:52:37
  • 2206 views

Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo terkesima saat melihat gedung pertemuan yang baru dibangun warga Banyuroto, Nanggulan. Hal itu disebabkan sudah lama gedung tersebut mulai dibangun dan baru selesai baru-baru ini. Tak hanya itu, proses pengerjaannya bisa dipercepat karena dilaksanakan melalui gotong royong. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Bulan bakti gotong royong masyarakat di Kecamatan Nanggulan, Selasa (9/6).

Bupati juga bangga dengan prestasi yang diraih warga Nanggulan yaitu juara 1 nasional intensifikasi tanaman padi oleh Kelompok Tani Sri Jati, Bejaten, Jatisarono, Juara I Nasional BPP Teladan oleh BP3K Nanggulan, dan Juara Nasional SL-PTT Padi yang juga diraih oleh Kelompok Tani Sri Jati.

“Prestasi yang diraih membuktikan bahwa nanggulan memiliki kontribusi yang besar bagi Kabupaten Kulon Progo,” kata dr. Hasto.

Ditambahkan dr. Hasto, Pemkab Kulon Progo benar-benar memperjuangkan permbangunan fisik agar pembangunan berjalan lancar. Misalnya dengan membangun jembatan dari Banyuroto ke Sendangsari, Pengasih. Proses pembangunan jembatan ini sedang dalam proses lelang dan sebentar lagi dilaksanakan pembangunan. Selain itu dikembangkan pula jalan usaha tani di 3 desa dengan biaya Rp 1,4 milyar. Di daerah pembuangan sampah akhir (TPAS) juga dibangun taman dan melakukan pengolahan gas metan supaya bisa dimanfaatkan warga sekitar secara gratis.

Terkait anggaran desa, Bupati berpesan agar pengelolaannya harus clear dan clean. Bahkan jika perlu bisa mengalokasikan sedikit untuk biaya pengelolaan oleh orang yang ahli sehingga data terbaru bisa dilaporkan ke inspektorat secara rutin tiap bulan.

“Namun pembangunan fisik perlu diiringi pembangunan manusia, seperti pembangunan kesehatan. Saya berharap Nanggulan menjadi kecamatan sayang ibu, dengan meminimalisir kematian ibu hamil,” tutur dr. Hasto.

Sementara itu, Camat Nanggulan, Jazil Ambar Was`an menjelaskan bahwa proses pembangunan gedung di Banyuroto dilakukan secara swadaya dengan mengeluarkan biaya Rp 550 juta. Diperkirakan jika dibangun pihak ketiga bisa memakan biaya Rp 1 milyar.

Ditambahkan Jazil, Kecamatan Nanggulan memiliki potensi yang selalu ditingkatkan dan dikembangkan, baik potensi SDA dan SDM, dengan mengedepankan aspek proaktif kepada masyarakat melalui koordinasi masing-masing desa agar bisa cepat bertindak apabila timbul permasalahan sehingga cepat diselesaikan sedini mungkin.

Potensi yang ada di Nanggulan antara lain produktifitas pertanian yang tinggi, perikanan, kerajinan, serta tambang golongan C.

Sedangkan permasalahan yang dihadapi antara lain kekurangan air bersih yang masih terjadi di Banyuroto dan Donomulyo, kerusakan jalan, RTLH, dan sertifikasi tanah.

Namun demikian kegiatan pembangunan mampu menumbuhkan partisipasi masyarakat yang tinggi ditandai dengan besarnya swadaya masyarakat dalam kegiatan pembangunan mencapai Rp 5,2 milyar. Namun diyakini Jazil, swadaya sebenarnya lebih daripada nilai itu.***