Desa Diminta Angkat Honorer IT dan Manajemen Keuangan

  • 09 Juni 2015 05:59:00
  • 2654 views

Terkait pentingnya akuntabilitas kinerja administrasi keuangan penyelenggaran pemerintahan desa, Bupati meminta kepada Pemerintah Desa di Kulon Progo untuk mengangkat tenaga honorer khususnya yang ahli dalam IT dan Manajemen Keuangan.

"Penyelenggaran Pemerintahan Desa Tahun 2015 sudah berubah tidak seperti tahun sebelumnya.
Tolong desa memperhatikan tentang akuntabilitas kinerja administrasi keuangan" demikian pesan Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K), Senin (8/5/2015) saat menyampaikan sambutan BBGRM dan HKG PKK di Balai Desa Tirtorahayu Galur.

Dengan mengangkat tenaga honorer ahli IT dan Manajemen Keuangan ini, maka diharapkan perencanaan kegiatan, penyusunan laporan pertanggung jawaban, dan pelaporan ke Inspektorat Daerah menjadi lancar dan lebih akuntabel.

Hal ini juga dimaksudkan Bupati untuk menyelamatkan desa, karena dengan tertib menyusun laporan ke Inspektorat Daerah, maka jika BPK akan melakukan pemeriksaan laporan cukup ke Inspektorat Daerah karena datanya sudah lengkap, tidak perlu lagi ke desa. Tetapi jika desa tidak menyampaikan laporan dengan tertib ke Inspektorat Daerah, maka BPK akan turun langsung ke Desa.

Kepada pemerintah desa tidak perlu menunggu Edaran Bupati untuk mengangkat honorer ahli tersebut.

"Dengan Sideka, kemudian anggarkan ke Desa, 1.Untuk IT biar bisa kirim data ke Inspektorat, 2.Ahli tentang manajemen keuangan" tambah dokter Hasto.

Dijelaskan, lebih baik mengorbankan sedikit dana untuk menggaji honorer, tetapi laporan pertanggungjawaban menjadi lancar ke Inspektorat. Hal Ini menurut Bupati penting sekali sebelum terlambat. Dan jika pada tahun ini belum dianggarkan, Bupati minta dimasukkan dalam anggaran perubahan.


Terkait permintaan Camat Galur yang meminta agar saluran drainasi yang baru untuk ditutup, menjadi catatan penting, dan Bupati akan usul ke Propinsi agar selokan tertutup, dan untuk mengontrol ada di tempat tertentu.

Sebelumnya Camat Galur Latnyana sejak dibangun jalan Brosot - Kalibuntung saat ini, drainasi di sekitar Brosot menjadi terbuka, dan ini menyebabkan beberapakali kecelakaan.

"Karena drainase tidak ditutup ada 4 (empat) orang korban kecelakaan masuk selokan" kata camat Galur.

Peristiwa ini terjadi di depan kantor kecamatan dan lapangan atau balai budaya. Untuk di depan SD Brosot yang biasanya untuk parker orang tua/ wali yang menjemput anaknya, sekarang juga kesulitan untuk parkir semenjak ada drainase di depan SD.
Dalam pembukaan BBGRM dan HKG PKK ini juga diserahkan bantuan GP PTT Kedelai, dan GP PTT Padi Sawah.

Selanjutnya Bupati beserta pimpinan SKPD di Kulon Progo melihat Bedah Rumah PNPM MPd milik Parto Semadi di Pedukuhan XII Patuk Lor T.irtorahayu, Meninjau Gotong Royong Pembuatan Corblok Jalan Dana Gotong Royong di Ped.XI Patuk Tengah Desa Tirtorahayu.

Di Desa Karangsewu, meninjau pembangunan JITUT (P3A Ngudi Makmur) di Ped.X Sorogaten; Peresmian Corblok Jalan Dana Gotong Royong ABT 2014 di Ped.XII Sewugalur.

Di Desa Pandowan, melewati Corblok jalan dana Gotong Royong ABT 2014 di Ped.III Diren; Melihat Usaha Batik Tulis dan Batik Cap Bapak Kantun di Ped.II Pandowan.

Di Balai Desa Nomporejo, Peletakan Prasasti Mushola dan Gedung serbaguna Balai Desa.

Di Desa Banaran Melihat Pembangunan Gudang dan Dapur Balai Desa.

Di Desa Brosot Melihat perkerasan Jalan Dana Gotong Royong ABT 2014 di Ped.IV Klampok; Melihat Bedah Rumah PNPM MPd Rumah Bpk Murwad di Ped.V Bantengan Lor.

Di Balai Desa Kranggan melihat produsen Benih Padi Gapoktan Cipta Boga dan Bazar, dan penutupan BBGRM dan HKG PKK Kecamatan Galur tahun 2015.(at)