Lomba Memotivasi Tingkatkan Kinerja

  • 05 Juni 2015 21:07:43
  • 1522 views

Kopi Biji Salak dan Dodol Buah Salak Purwosari salah satu yang menarik Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIY Dra.Kristiana Swasti,MSi.

"Enak sekali" komentar beliau saat mencicipi minuman dari biji salak yang dibuat bubuk, di Pedukuhan Sabrang Kidul Desa Purwosari Girimulyo, disela-sela Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat DIY Tahap Penilaian Verifikasi Data di Desa Purwosari Girimulyo, Jumat (5/6/2015).

Desa Purwosari Dinilai Tingkat Propinsi mewakili Kabupaten Kulon Progo. Dalam penilaian ini tidak sekedar penilaian administrasi, tetapi juga kesesuaian laporan dengan kenyataan di lapangan, bahkan penilaian akan memberikan nilai banyak apabila desa memiliki inovasi.

"Dengan novasi akan dapat nilai tambahan. Segala macam inovasi, nilainya banyak sekali" Winarno salah satu tim Yuri penilai.

Winarno juga menyampaikan, penilaian dimulai dari laporan yang disampaikan desa, dipilih yang terbaik. Kemudian tim melakukan kunjungan lapangan untuk mencocokkan antara laporan dengan kenyataan di lapangan. Tim yuri juga akan melihat inovasi-inovasi kegiatan yang dilaksanakan masyarakat. Jika ada akan menambah nilai.

Disampaikan juga Tim Penilai dari Tingkat DIY terdiri dari berbagai unsur seperti Biro Tapem, Umum, Kesra, Kesehatan, Perindustrian, Pendidikan, PKK dan dari BPPM sendiri. sedangkan penilaian meliputi unsur seperti Perekonomian, Pemerintahan, Administrasi Pemerintahan Desa, Kelembagaan, Kesehatan, pendidikan, Ketahanan Masyarakat.

Di lapangan tim penilai langsung melakukan wawancara terhadap para pelaku kegiatan untuk menggali kenyataan di lapangan. Seperti kepada Camat, Kepala Desa, Perangkat Desa, dan pengurus kegiatan seperti PAUD Marsudirini, UPPKS Amrih Rahayu, Kelompok Industri Dodol Salak, Peternak kambing dan lain-lain.

Camat Girimulyo Purwono,SSos juga menyampaikan, di Desa Purwosari ada beberapa inovasi di masyarakat. Kalau untuk Inovasi unggulan pembangunan desa seperti pembangunan Hidram untuk mengangkat air sungai tanpa listrik, pembuatan Susu Karamel dari Kambing Etawa dan pembuatan Dodol Salak.


Kepala BPPM DIY Dra.Kristiana Swasti,MSi sebelumnya juga membacakan Sambutan tertulis Gubernur DIY Hamengku Buwono X, yang menyampaikan bahwa pelaksanaan lomba harus diselaraskan dengan prinsip otonomi daerah, dimana pendekatan atau model pembangunan partisipatif dan keterlibatan peran serta masyarakat merupakan model yang harus diterapkan dan paling relevan dengan situasi dan kondisi masyarakat Indonesia saat ini, baik di perkotaan maupun di pedesaan.


Pembangunan masyarakat Desa dan Kelurahan perlu dipertahikan secara serius. Kearifan nilai-nilai sosial budaya lokal dalam asepek kegotongroyongan dan keswasembadaan patut untuk didayagunakan, dilestarikan dan dikembangkan agar menjadi potensi efektif dalam pelaksanaan pembangunan masyarakat Desa dan Kelurahan.

"Masyarakat diharapkan lebih siap dan mampu membangun dirinya menuju tatanan masyarakat yang maju, sejahtera dan mandiri" disampaikan Ka BPPM DIY.


Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo menyampaikan dengan pelaksanaan lomba akan dapat memberikan motivasi untuk meningkatan kinerja Pemerintah Desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

"Dengan lomba ini dapat memotivasi peningkatan kinerja Pemerintah Desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan" kata Drs.H.Sutedjo.

Wabup juga menyampaikan, saat ini Pemkab Kulon Progo telah menerbitkan 4 Perda beserta Perbup-nya sebagaimana diamanatkan dalam UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa. Dengan Kondisi ini kedepan diharapkan akan mampu lebih memberdayakan masyarakat Desa itu sendiri untuk membangun dan mengelola hasil pembangunan sebagaimana yang diharapkan. (at)