GKR Hemas Sosialisasi Ke Galur

  • 04 Juni 2015 14:29:12
  • 1551 views

Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas merasa bahagia, Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, direspon masyarakat dengan antusias. Pertanyaan sangat beragam, berbobot dan terkait langsung dengan pemahaman dan pengamalan yang terjadi di masyarakat.

Dalam sosialisasi yang dilaksanakan di Balai Desa Pandowan, Rabu (3/5/2015)tersebut, dihadiri oleh Wakil Bupati KulonProgo Drs.H.Sutedjo, Muspika Galur, Kepala Desa, tokoh masyarakat. Sosialisasi juga diisi oleh Drs,H.Wahidin Ismail (Staf Ahli GKR Hemas).

GKR menyampaikan terimakasih antusias masyarakat yang menyampaikan berbagai hal terkait sosialisasi ini, kepada masyarakat diharapkan juga dapat menyampaikan kepada kalangan anak muda, karena saat ini kalangan anak muda sangat minim mendapat pembelajaran dan pemahamannya terhadap pancasila.

Wabup Drs.H.Sutedjo menyambut baik dengan sosialisasi karena akan terjadi adanya pembelajaran bersama dengan masyarakat untuk mengerti dan memahami terkait dengan konstitusi UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Wabup juga berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kehidupan berbangsa dan bernegara.

Wabup juga merasa bersyukur, karena dengan sosialisasi akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti sosialisasi ini tentu akan menambah wawasan dan pemahaman tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan Ketetapan MPRRI, sehingga kedepan mampu mempertebal dan memperkuat rasa kebangsaan, yang senantiasa mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan yang mencintai bangsa dan negara Indonesia.

Saat ini GKR Hemas merasa prihatin, karena sejak reformasi 1998 pelajaran Pancasila dan pemahaman anak-anak sangat minim.

Untuk itu GKR melakukan sosialisasi ke daerah, karena supaya masyarakat daerah lebih memahami Pancasila agar menjadi pegangan hidup kita.

Generasi muda harus paham betul. Sebagai warga masyarakat. Tokoh masyarakat. Kita berharap dengan sosialiasi untuk memperkuat dan menambah motivasi dalam pengamalan Pancasila.


Karena yang dihadapi Indonesia saat ini, pemahaman dan pengamalan Pancasila semakin menurun terutama generasi muda. Maka masyarakat diberi pemahaman menjaga kesatuan negara NKRI adalah sesuatu yang wajib dan harus.


"Gejolak reformasi telah memaksa negarawan untuk amandemen, yang dulu dinamakan UUD 1945 Sekarang UUD NRI 1945. Dalam amandemen ini, lahir beberapa lahirlah beberapa lembaga baru" kata GKR Hemas.

Seperti yang tadinya DPD untuk penyeimbang DPRRI, DPD lebih punya konskuensi untuk berikan pertimbangan kepada DPRRI untuk pertimbangan daerah


DPD RI sudah melakukan terobosan melakukan perjuangan DPD Tingkat Nasional, diharapkan DPD punya manfaat di daerah, salah satunya seperti UUK yang diperjuangkan mulai tahun 2000 baru berhasil 2012.


Dalam Amandemen UUD 1945 tidak mengubah pembukaan, mulai dari amandemen 1,2,3,4 karena merupakan kaidah negara paling mendasar.


"Kepada para tokoh yang hadir, kami minta untuk menularkan kepada putro wayah, kita tetap mempertahankan pancasila sebagai dasar negara kita" kata GKR Hemas.


Sedangkan Drs.H.Ismail Wahidin menyampaikan bahwa tidak mungkin menjaga keutuhan Negara, jika tidak ada persatuan yang solid.

Indonesia sebagai Negara besar Penduduk hampir 250 juta no.4 terbesar di dunia, dengan 700 bahasa daerah. Ini kekayaan bangsa kita. 1.128 suku bangsa dengan berbagai adat tradisi. Sehingga sangat perlu sebuah ikatan dalam berbangsa dan bernegara. seperti Pancasila. (at.MC)