Bedah Rumah Tidak Bedakan Asal

  • 27 April 2015 13:45:08
  • 1496 views

Bedah Rumah yang tidak membeda-bedakan asal warga mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo Akhid Nuryati. Apresiasi juga diberikan Asda II Triyono,SIP,MSi. saat menyaksikan beberapa element masyarakat dengan penuh semangat bahu membahu, bergotong royong melaksanakan bedah rumah milik Kelil Suprayitno.

Kelil Suprayitno (54 th) Rt 9 Rw 5 Kalidengen 2 Desa Kalidengen Temon berulangkali menyatakan rasa syukur dan berterimakasih kepada semua pihak yang telah meringankan beban hidup keluarganya, melalui program bedah rumah ini.

Rumah Kelil sangat layak dibedah, selain sudah rapuh, rumah dengan ukuran relatif kecil tersebut harus ditempati 7 jiwa. Kelil bersama istri, 4 orang anak dan 1 orang tua. Dengan perhatian Pemerintah Kabupaten, Kecamatan, Desa, Panitia bedah rumah, Masyarakat dan para donatur, rumah miliknya dapat direnovasi.

Usaha untuk membangun rumah yang layak sebenarnya sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu dengan cara mempersiapkan kayu yang akan digunakan untuk membuat rumah. Karena keterbatasan dana, tidak dapat membangun rumah, bahkan kayu yang dipersiapkan untuk membangun sudah lebih dahulu dimakan rayap.

Dengan pekerjaan sebagai buruh serabutan, penghasilan tidak menentu. Tidak mempunyai sawah, pekarangan juga mengurangi gerak usaha Kelil sekeluarga. Untuk mendidik anaknya yang masih muda agar tidak menganggur, kelil memelihara 2 ekor kambing dari tetangganya.

Kelil sekeluarga juga bersyukur, meskipun warga pendatang, tetap diperhatikan. Hal ini mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Akhid Nuryati yang tidak membeda-bedakan warga.
Apresiasi juga diberikan kepada semua pihak, baik, Pemerintah Desa, Kecamatan, Kabupaten, UPK, Bazcam, PT Sung Chang, BPMPT, DPU terlebih warga masyarakat sekitar yang telah secara sukarela bergotong royong.

"Kerja seperti itu yang seharusnya dilakukan. Silahkan semua berperan aktif sesuai bidang masing-masing" kata Akhid Nuryati.

Sementara, Asda II, Triyono,SIP,MSi, menyatakan kebanggaannya terhadap seluruh elemen masyarakat Kulon Progo, meskipun dengan kemajuan jaman, ternyata gotong royong tidak habis dan tetap mengakar di masyarakat. Dengan Bedah Rumah ini untuk memupuk gotong royong agar lebih kental lagi.

"Dan masih banyak lagi budaya nenek moyang kita yang nilainya adiluhung dan luhur ini kita kaji lagi, kita hidupkan lagi, dan kita kembangkan" kata Beliau.

Keistimewaan DIY salah satunya adalah budaya. Dengan keistimewaan ini Asda II berharap agar budaya kita bisa digali lagi dan dijiwai masyarakat lagi, terutama masyarakat Kulon Progo.

Dalam kesempatan ini Mr.Gee Kue Teage Manager PT.Sung Chang memberikan bantuan semen sebanyak 20 Zak. Bazcam Rp 3 juta, UPK Rp 7 juta.

Sementara Pj. Kades Kalidengen Subarno menyampaikan saat ini di Kalidengen, dari jumlah 405 rumah yang ada, sebelumnya ada 10 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), setelah dilakukan bedah rumah 3 kali, saat ini masih ada 7 RTLH. (at.MC)