Pemkab Kulon Progo Gelar Upacara Pengetan Adeging Nagari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat

  • 20 Maret 2015 10:58:47
  • 3181 views

Upacara Pengetan Adeging Nagari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, yang digelar di Halaman Pemkab Kulon Progo, Jumat (20/3) dipimpin Sekretaris Daerah Kulon Progo Ir.RM. Astungkoro,M.Hum. dan diikuti oleh seluruh PNS di Lingkungan Sekretariat Daerah, dengan memakai busana jawa pranakan.

 

 

Sekda bersama PNS masing-masing SKPD tampak antusias dan ceria, bahkan seusai upacara melakukan foto bersama. Dan tidak sedikit yang melakukan berfoto selfi baik sendiri maupun bersama.

 

Dalam upacara ini, Sekda Kulon Progo selain menyampaikan Sugeng Tanggap Warsa dateng Nagari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, juga menyampaikan sejarah terkait berdirinya Nagari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

 

Bahwa pada Kamis, 15 Februari 1755 M antara Susuhunan Paku Buwono III dan Pangeran Mangku Bumi berkeinginan mengadakan pertemuan di Desa Jatisari, dimana pada pertemuan ini disepakati Pemerintah Hindia Belanda (VOC) untuk mengakhiri perang.

 

Dilanjutkan Perjanjian Giyanti pada Kamis Kliwon, 29 Robiul Awal 1680 H, atau 20 Februari 1755 M. Yang ditandatangani 3 pihak, yaitu Pemerintah Hindia Belanda (VOC) yang diwakili Gubernur Nicolas Harting, Kasunanan Surakarta yang diwakili Susuhunan Paku Buwono III (ketika peristiwa tanda tangan tidak hadir), dan Pangerang Mangkubumi.

 

“Prajanjen punika menawi dipun gatosaken saking politik temtunipun sanget ngrugekaken pihak Kasunanan lan Pangeran Mangku Bumi. Awit cara anggenipun mbagi wilayah panguwaos, punapa dene anggenipun nemtokaken Pepatih Dalem kedah dipun sarujuki dening Pamarentah Belanda. Pepatih Dalem kedah setya tuhu dateng Sultan, namung ugi kedah setya tuhu dateng Pamarentah Hindia Belanda (VOC)” kata Sekda dalam sambutannya dengan memakai bahasa jawa.

 

Selanjutnya pada Kamis Kliwon 29 Jumadilakir 1680 H, atau 20 Maret 1755 M, Pangeran Mangku Bumi mengumumkan berdirinya Nagari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

 

Berdasar sejarah ini maka ditetapkan 20 Maret 2015 ini dijadikan peringatan Adeging Nagari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

 

Sekda meminta, peringatan ini dilakukan dengan ikhlas, karena dengan peringatan ini, sebagai wujud kesetiaan kita seua sebagai kawula Nagari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Dengan memakai pakaian pranakan, sebagai wujud golong gilig kita semua dalam melestarikan kebudayaan jawa yang luhur ini. (at.MC)