Persiapkan Pilot Proyek Rasda, Gelar Lokakarya

  • 13 Maret 2015 10:42:42
  • 1718 views

Dalam rangka menyiapkan diri sebagai pelaksana Pilot Proyek Rasda yang akan diselenggarakan pada tahun 2015 ini, Pemkab Kulon Progo bersama berbagai elemen menyelenggarakan Lokakarya Penyusunan Strategi Implementasi Rasda, selama 2 (dua) hari, Kamis-Jumat (12-13/03) di Rumah Dinas Bupati.

Lokakarya yang degelar bersama Inprosula, Prorep ini selain diikuti peserta SKPD terkait di Kulon Progo juga peserta dari Kabupaten Serdang Bedagai Sumut, Kabupaten Dompu NTB, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Pangandaran.


Melalui lokakarya ini Bupati Kulon Progo berharap dapat membahas terkait permasalahan yang  kemungkinan akan terjadi saat akan dilaksanakannya pilot projek rasda, seperti SDM Gapoktan, Sarana dan Kualitas Produknya.

Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K)menyampaikan mengapa Kulon Progo semangat terkait Rasda. Bahwa di tahun-tahun yang akan datang harus melawan kebebasan perdagangan bebas, kita tidak bakal menang melawan negara lain, terutama jika mengandalkan teknologi. tetapi kita akang menangnya jika dengan melawan secara ideologi.

"Saat melawan Belanda kita kalah dalam teknologi perang, kemudian ideologi kita utamakan, bersatu padu, akhirnya menang dengan bambu runcing. Yang bisa kita tandingi, produk agro, itupun dengan ideologi bela dan beli produk lokal.

Kita perjuangan raskin jadi rasda, hanya bagian dari perjuangan itu. Gapoktan mulai latihan dengan melayani PNS. Kemudian ditingkatkan kepada Bulog. Setelah sukses raskin jadi rasda, kita siapkan beras Premium. Setelah sukses, klimaksnya beras organik dan eksport.

Kita DIY satu, Jogja Istimewa seperti nasihat Gubernur, harus serba apik, serba prima, serba unggul, serba mandiri untuk mengisi keistimewaan.

Beberapa hal yang penting untuk dipikirkan dan dibahas terkait akan dilaksanakan pilot projek rasda seperti, pertama SDM Gapoktan, Sarana dan ketiga produknya.

"Kita intinya supaya petani harganya terapresiasi. Sarana, harapan saya sistem yang dibangun, harapan diserahkan sepenuhnya jika memenuhi legalitas, mulai pengamanan produk kualitas sampai dengan distribusi" kata Bupati

Diharapkan Gapoktan harus punya gudang fillial, gapoktan menumpuk di gudang sendiri, membagi di wilayah sendiri. Dengan fifo lokal diharapkan kualitas barang akan lebih baik.

Diusulkan, sistem yang dibangun, gapoktan menguasai sampai titik bagi. Melalui workshop ini diharapkan bisa membahas permasalahan yang kemungkinan akan timbul.

"Saya harap ini sukses, sehingga dapat memperbaharui tata niaga bulog khusus manajemen raskin secara nasional. Meskipun hanya dikerjakan di Kulon Progo, Sleman, Serdang Bedagai, Pangandaran, Dompu namun tujuannya untuk nasional" tambah beliau.

"Di Kulon Progo perbulan sekitar Rp 4,2 miliar. Alangkah indahnya jika bisa lari ke petani." Kata Bupati (at.MC)