UGM Bantu Kemiskinan Berbasis Ekstrakurikuler Ekonomi Kreatif

  • 04 Maret 2015 16:30:06
  • 2333 views

 

Program pengentasan kemiskinan terus digelontorkan oleh pemerintah bagi warga miskin agar dapat segera terbebas dari kemiskinan, salah satunya melalui program-program pemberdayaan masyarakat. Bantuan ini tentu dikhususkan bagi warga yang sudah dewasa, agar dapat mandiri mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, namun kadang bantuan yang diterima kurang dimanfaatkan secara optimal.

            Melihat latar belakang dari program-program kemiskinan tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UGM Yogyakarta, melakukan hal yang tidak biasa dalam pengentasan kemiskinan dengan menyasar kepada anak usia sekolah yang diawali jenjang SD kemudian dilanjutkan SMP dan SMK.

            Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM Yogyakarta Dr.John Soeprihanto,MIM mengatakan Kabupaten Kulon Progo yang paling banyak angka kemiskinannya di DIY, dan Kecamatan Kokap tertinggi di Kulon Progo, maka kami dari tim di UGM akan membantu dalam pengentasan kemiskinan melalui pendidikan berbasis ekstrakulikuler ekonomi kreatif dengan sasaran awal di Sekolah Dasar.

            "Di sekolah SD ini akan diberikan pendidikan ekstrakurikuler ekonomi kreatif yang pada saat ini dengan bagaimana memelihara ikan yang baik, sehingga kita membuat kolam ikan di samping sekolah kemudian anak-anak setiap harinya memelihara dengan tekun,"terang John disela-sela acara Gemar Makan Ikan di SDN Plaosan Hargotirto Kokap, Rabu (4/3).

            Acara Gemar Makan Ikan yang diselenggarakan Dinas Kepenak Kulon Progo dan Dinas Kelautan Perikanan DIY, sebagai titik awal program pengentasan kemiskinan oleh UGM ini dihadiri Kasie Pengolahan Pemasaran Bidang Bina Usaha Dinas Kelautan Perikanan DIY Ir.Endang Suprapti,  Kabid Perikanan Dinas Kepenak Kulon Progo Ir.Eko Purwanto, Camat Kokap Drs.Mitoto CS, Kepala Sekolah SDN Plaosan Sunardi,S.Pd dan Komite Sekolah.

            Selain budidaya perikanan, menurut John Soeprihanto, pemanfaatan bahan lokal seperti bambu untuk kerajinan, yang akan diawali dengan melatih guru-guru untuk membuat kerajinan kemudian dilanjutkan bagi anak-anak, menanam apotik hidup atau empon-empon.

"Hal ini akan terus berkelanjutan dari  SD, kemudian di Hargotirto ini ada juga SMP dan di Kokap ada SMK, dengan sasaran anak-anak ini kedepan setelah dewasa dapat mandiri dengan berbagai ketrampilan yang diperoleh di jenjang sekolah ini, sehingga tidak ada kata miskin kecuali malas,"terang John.

Kepala Sekolah SDN Plaosan, Sunardi, S.Pd mengatakan sangat berterima kasih dengan siswa-siswinya bahkan gurunya akan mendapat bimbingan   dari UGM untuk sejak dini memberikan ketrampilan sebagai modal kelak apabila telah dewasa. Semoga bisa sukses dan berhasil baik yang akan memberikan inspirasi bagi SD-SD lainnya.