Dinas Pendidikan Kulon Progo Gelar Sosialisasi SPM Dikdas

  • 02 Maret 2015 14:53:41
  • 2781 views

Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar (Dikdas) seperti yang diamanatkan Permendibud No. 23 tahun 2013 mewajibkan setiap penyelenggara pendidikan dapat memenuhi standar pelayanan minimal tersebut. Sekitar 27 indikator yang harus terpenuhi. Namun kenyataan dilapangan masih banyak ketidaksepahaman antara para pemangku kepentingan pendidikan. Hal ini yang menjadi salah satu kesulitan yang harus dicarikan solusinya bersama.
Dinas Pendidikan Kulon Progo bekerja sama dengan lembaga donor (Uni Eropa dan ADB) menggelar sosialisasi yang dikemas dalam Program Pengembangan Kapasitas Penerapan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar (Program PKP-SPM Dikdas) di Aula WRC atau PPSJ Paingan, Senin (2/3). Sosialisai ini dimaksudkan untuk membangun kesepahanan antara pemangku kepentingan bidang pendidikan di Kulon Progo. Hadir dalam acara tersebut 50 undangan dari segenap SKPD terkait. Acara dibuka Riyadi Sunarto, Asda I Kulon Progo yang pada kesempatan itu mewakili Bupati Kulon Progo.
Riyadi mengatakan sebenarnya pendidikan menjadi kewajiban pemerintah dan di Kulon Progo sudah ada target tahun 2013 semua sekolah pendidikan dasar harus memenuhi SPM. Namun adanya beberapa kendala yang menyebabkan hal ini belum bisa terwujud.
Sumarsana Kepala Dinas Pendidikan Kulon Progo membenarkan keterangan Asda I. Masih ada beberapa indikator yang belum sesuai dengan SPM Dikdas. Ia mencontohkan jumlah penilik sekolah belum sesuai standar minimal. Selain itu ada juga kepala sekolah yang belum sesuai. Kepala sekolah seharusnya berkwalifikasi sarjana dan sertifikasi guru namun masih ditemui kepala sekolah yang tidak berkwalifikasi ataupun bersertifikasi.
"Kita kekurangan jumlah penilik sekolah dan masih ada kepala sekolah yang belum sesuai kwalifikasi, ini kebanyakan di sekolah swasta," jelas Sumarsana
Masih menurut Sumarsana, sosialisasi yang digelar ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman para pemangku kepentingan dalam bidang pendidikan, baik yang terkait dengan SDM maupun fisik sekolahan. Sehingga diharapkan penerapan SPM Dikdas di Kulon Progo segera dapat diwujudkan.