Kulon Progo Terima Bantuan Perbaikan Jaringan Irigasi

  • 20 Januari 2015 14:14:00
  • 2602 views

Saat ini Pemerintah memiliki program baru dalam rangka meningkatkan produksi pertanian, yaitu memperbaiki irigasi bagi sawah-sawah yang kekurangan air akibat kurang baiknya saluran irigasi. Untuk itu dalam rangka menjalankan kegiatan ini, pemerintah menggandeng TNI melalui berbagai jajarannya supaya bisa berhasil. Demikian disampaikan dr. Hasto Wardoyo, Bupati Kulon Progo usai peletakan batu pertama dalam gerakan perbaikan jaringan irigasi tingkat Kabupaten Kulon Progo, yang dipusatkan di Desa Janten, Temon, Kulon Progo, Selasa (20/1). Areal irigasi tempat acara ini dikelola oleh Perkumpulan Petani Pemaka Air (P3A) Sedyo Makmur.

Ditambahkan Bupati, bantuan yang diberikan pemerintah tidaklah sedikit. Untuk kelompok P3A Sedyo Makmur memperolehbantuan perbaikan irigasi sepanjang 300 m yang digunakan untuk mengairi 65 ha lahan.

"Saya berharap upaya perbaikan ini tidak usah diborongkan, dibuat sendiri saja oleh masyarakat supaya lebih baik hasilnya," kata Bupati.

Bantuan perbaikan irigasi di Kulon Progo sebesar Rp 6 milyar untuk mengairi 6000 ha lahan. Diharapkan jika digarap sendiri oleh masyarakat yang memanfaatkan saluran tersebut, saluran bisa bertambah panjang dan baik.

dr. Hasto juga meminta agar penerima bantuan bisa "nggemeni" (memanfaatkan secara baik) secara maksimal bantuan ini. Serta tidak melupakan Bela dan beli Kulon Progo, sehingga jika materialnya masih bisa dibeli dari Kulon Progo, tidak perlu membeli di luar Kulon Progo, sebisa mungkin membeli di lingkungan sendiri. 

Bupati juga mengucapan terimakasih kepada TNI, yang dalam hal ini ikut memerangi kemiskinan, dengan ikut membantu petani supaya lebih sejahtera. 

Senada dengan hal itu, Dandim 0731 Kulon Progo, Letkol CZI Cornelles Rompas dalam sambutannya yang dibacakan oleh Komandan Pasiter, Wasito membenarkan bahwa hal tersebut termasuk dalam tugas operasi militer selain perang. Dengan tugas ini TNI bisa bekerja sinergis dengan penyuluh, dan Babinsa bisa menjadi motivator di lapangan  bagi para petani. 

"Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam meningkatkan produksi pangan. Selanjutnya TNI bertekad akan mendukung kegiatan ini bersama dengan institusi lain supaya berhasil," katanya.

Sementara itu, Kadinas Pertanian DIY, Ir Sasongko menjelaskan bahwa dalam rangka swasembada pangan pemerintah memiliki kegiatan berupa perbaikan jaringan irigasi. Dirinya berharap kegiatan ini bisa memberi manfaat bagi seluruh masyarakat. Ditambahkannya, bantuan Babinsa kepada penyuluh melalui komunikasi yang baik supaya kegiatan ini dapat berjalan lancar.

Upaya peningkatan swasembada pangan melalui perbaikan saluran irigasi ini menurut Sasongko dinilai tepat, karena dalam rangka meningkatkan swasembada pangan ada kendala air, dimana di DIY jaringan yang masih berupa irigasi tanah masih banyak.

Irigasi yang masih berupa tanah dirasa banyak kelemahannya karena banyak air yang hilang, sehingga luas oncoran (areal yang terairi) berkurang. 

"Sehingga perlu dibuat permanen supaya bisa memperkecil kehilangan air dan memperluas areal irigasi, sehingga produksi meningkat. Dengan adanya saluran irigasi yang baik bisa meningkat produksi 5 - 10%," ungkapnya. 

Dijelaskannya, bantuan perbaikan irigasi untuk Kulon Progo saat ini adalah 3000 ha dan akan ditambah lagi 3000 ha, sehingga jika bantuannya Rp 1 juta per hektar, maka total bantuan adalah Rp 6 milyar untuk perbaikan jaringan irigasi. 

Dirinya mendukung ide agar masyarakat mengerjakan sendiri kegiatan ini supaya kualitas dan kuantitasnya lebih besar. Selain itu diharapkan dengan bantuan pemerintah ini ada swadaya dari kelompok dan perawatan yang baik sehingga irigasi bisa bertahan lama dan tidak perlu sering memperbaiki. 

Dalam laporannya, Ketua P3A Sedyo Makmur, Kamijo menjelaskan bahwa wilayah hamparan sawah 65 ha yang dikelola kelompoknya memiliki bentuk cekung sehingga memerlukan banyak saluran. Panjang saluran sekitar 7000 meter. Saat ini saluran irigasi yang belum permanen tinggal 30%. Jika saluran ini bisa dibuat permanen tentunya masyarakat senang dan lebih mudah dalam meningkatkan produksi pertanian. 

"Dengan saluran permanen air jadi lancar dan mudah mengambil air maupun membuangnya. Untuk pemeliharaan masyarakat juga memiliki kesepakatan, yaitu seluruh masyarakat harus ada kebersamaan iuran dengan mengeluarkan 50 kg hasil panen tiap hektar setiap panen. Saat ini iuran itu bisa berjalan lancar. 

Menurut Tri Maryatun, kabid Tanaman Pangan Dinpertahut Kulon Progo, sesuai program pemerintah pusat di tahun 2017 ditargetkan Indonesia bisa swasembada tanaman pangan berupa padi, jagung, kedelai. Sedangkan 2015 diharapkan sudah swasembada padi. Upaya mencapai swasembada itu dilakukan antara lain melalui perbaikan irigasi. 

Wujud bantuan perbaikan irigasi adalah Bansos yang langsung masuk ke rekenin. Diharapkan swadaya petani mencapai lebih dari 30% dimana nantinya rencana kegiatan akan dituangkan dalam RUK (Rencana Usaha Kelompok). Dengan swadaya diharapkan saluran irigasi bisa bertambah panjang dari rencana semula. 

Setelah ada perbaikan irigasi diharapkan ada kenaikan produktifitas minimal 0,3 ton per hektar, karena dengan perbaikan irigasi diharapkan lahan yang jauh juga bisa terairi dengan baik.***