37 KUBE Dapat Pelatihan dan Bantuan Alat

  • 27 November 2014 15:18:42
  • 2750 views

Sebanyak 37 Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Kulon Progo mendapat pelatihandan bantuan peralatan atau sarana dan prasarana, dari APBD-P 2014 melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kulon Progo.

Untung Sugiantoro,SIP Ka Sie Bina Kesejahteraan Sosial selaku Ketua Penyelenggara Pelatihan menyampaikan, masing-masing kelompok mendapat peralatan sesuai jenis usaha, seperti Ternak Ayam Jawa Super, Bengkel, Tukang, Usaha Produksi Makanan ringan dan ada yang jenis ternak kambing.

Peserta dari berbagai kecamatan di Kulon Progo, sebelum mendapat bantuan peralatan, tiap kelompok usaha diberi kesempatan mengikuti pelatihan selama 2 hari baik terkait usaha yang ditekuni maupun manajemen pengelolaan usaha.

"Masing masing kelompok 5 orang, sehingga dalam pelatihan ini ada 185 peserta" kata Untung, di Aula Dinsosnakertrans, Kamis (27/11/2014). Pelatihan dilakukan 2 kali, di Balai Latihan Kerja dan di Dinas Sosial Tenaga Kerja.


Saji (45 th) salah satu peserta dari KUBE bidang peternakan unggas menyatakan sangat bangga dan berterimakasih kepada Pemkab Kulon Progo karena telah memperhatikan usahanya.

Kepada rekan-rekan peserta pelatihan, Saji menyampaikan agar bersama-sama dapat mengelola dengan baik bantuan yang diberikan, disamping itu materi pelatihan yang didapat juga digunakan dalam mengelola usaha masing-masing, sehingga usahanya dapat berhasil dan meningkatkan kesejahteraan kelompok.

Saji juga mengajak bekerja dengan baik, dan setelah mendapat hasil dapat bersodaqoh, sehingga tidak mengandalkan bantuan lagi. Jika berhasil dan sejahtera, ikut membantu mengurangi angka kemiskinan di Kulon Progo.


Jumanto,SH Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan yang menyerahkan bantuan kepada peserta menyampaikan Selamat kepada peserta, karena telah mendapat ilmu dan bantuan peralatan.

"Hal ini patut disyukuri" Kata Jumanto,SH. Selanjutnya diharapkan usahanya dapat berhasil, yang jadi tukang ya laris. Untuk itu juga diperlukan usaha yang sungguh-sungguh,

Disampaikan juga contoh tukang yang berhasil, karena selain bersungguh-sungguh, tidak merokok, tidak mancahi, tidak banyak istirahat, tidak neko-neko. Alat sebaiknya digunakan sebaik-baiknya. Setelah berhasil dapat melakukan sodaqoh.

Kepada Dinsosnakertrans, Jumanto mengharapkan setelah ini ada pemantauan dan evaluasi terhadap kegiatan ini. (at.MC)