Bupati Melantik Joko Purnomo Sebagai Dirut Bank Pasar Kulon Progo

  • 26 November 2014 12:11:09
  • 3884 views

Bertempat di Joglo Rumah Dinas Bupati Kulon Progo, Bupati Kulon Progo, dr. H.Hasto Wardoyo melantik direktur utama dan direktur Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD.BPR) Bank Pasar Kulon Progo yang baru, Rabu (26/11). Terpilih masing-masing sebagai Direktur Utama adalah Joko Purnomo, untuk masa jabatan 2014-2018 dan Rita Purwanti sebagai direktur dalam masa jabatan yang sama. Joko Purnomo sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Utama BPR Sumber Lumban Mual di Jawa Barat, sedangkan Rita Purwanti sebelumnya sudah menjadi salah satu direksi PD BPR Bank Pasar Kulon Progo.

Bupati berharap, PD.BPR Bank Pasar Kulon Progo bisa memperbanyak jumlah nasabah dan sebisa mungkin tidak memiliki banyak hutang di bank lain, sehingga meskipun perputaran nominal uangnya tidak besar, tetapi keuntungannya lebih baik.

"Kenaikan PAD dari bank pasar sendiri sudah dituangkan di dalam pakta integritas, dan akan segera ditandatangani setelah pelantikan ini," kata Bupati.

Realisasi PAD dari PD Bank Pasar sampai Oktober mencapai Rp 6,5 milyar dari target 2014 Rp 7,1 milyar. Di tahun 2015 Pemkab menargetkan PAD bagi PD Bank Pasar sebesar Rp 8,4 milyar. Bupati berharap target ini bisa dipenuhi dengan melakukan hal-hal yang telah disebutkan di atas.

"Kami juga berharap Bank Pasar di bawah pimpinan yang baru akan melakukan kegiatan yang sifatnya lebih efisien dan cepat dalam mengatasi keadaan. Saya mengakui prestasi Bank Pasar tidak sedikit baik tingkat regional maupun nasional," harap Bupati.

Dengan prestasi itu, PD BPR Bank Pasar dituntut untuk mempertahankannya. Efisiensi yang dilakukan misalnya bisa dengan cepat mengatasi NPL (non performing loans) yang cukup tinggi karena adanya piutang yang harus cepat diselesaikan, kecuali pada piutang-piutang yang unavoidable atau tidak terjangkau akibat bencana alam. Karena bencana alam adalah diluar jangkauan manusia. Dengan cepat mengatasi piutang ini likuiditas dan performance PD BPR Bank Pasar akan meningkat.

Disadari bahwa PD BPR Bank Pasar adalah instrumen dari Pemerintah Daerah dalam rangka memberi layanan publik yang bersifat kepedulian sosial sekaligus untuk meningkatkan PAD.

"Dalam menjalankan kegiatannya PD BPR Bank Pasar mungkin tidak bisa dibandingkan dengan bank di daerah lain yang bisa melayani segala kegiatan yang sifatnya hanya feasible tapi tidak bankable, tetapi di Kulon Progo PD Bank Pasar harus bankable, tidak hanya sekedar feasible, karena yang membantu dalam kegiatan sosial kemasyarakatan yang hanya feasible, tidak bankable, sudah banyak. Menurut saya tidak ada salahnya Bank Pasar Kulon Progo mensikapi sebagai suatu unit bisnis perbankan dalam rangka meningkatkan PAD Kulon Progo," tutur Bupati.

Bupati mengingatkan, agar kegiatan operasional PD BPR Bank Pasar tidak hanya membesarkan kapitalis yang ada di luar Kulon Progo, atau jika di dalam Kulon Progo tetapi tidak pro kepada rakyat. Kalau pinjaman Bank Pasar kepada bank lain lebih besar dari 30%, energi yang dikeluarkan untuk biaya operasional lebih banyak diberikan kepada pihak perbankan lain yang memberikan pinjaman kepada PD BPR Bank Pasar, karena biaya peminjaman dengan pihak bank lain 3 kali lipat daripada kalau modal diperoleh dari nasabah yang ada di PD BPR Bank Pasar sendiri.