Bupati Panen Bawang Merah di Srikayangan

  • 22 Oktober 2014 16:54:20
  • 4013 views

Musim kemarau yang mencapai puncaknya pada Oktober ini dan bertepatan dengan musim tanam (MT) III menjadi masa panen raya bawang merah di Bulak Srikayangan, Sentolo. Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo mengatakan bahwa Srikayangan akan menjadi sentra penghasil bawang merah di Kulon Progo.

 

"Penanaman bawang merah ini merupakan kegiatan ideologis, karena para petani ini berusaha memerangi komoditi yang masih banyak diimpor dengan menunjukkan kemandirian dalam bidang ekonomi," katanya saat panen raya bawang merah, Rabu (22/10).

Selain itu dalam penanaman ini juga terdapat unsur gotong royong, karena ada sebagian masyarakat yang mau menalangi dana untuk membantu petani membeli pipa irigasi. Semoga masyarakat bisa meniru tidakan saling menolong seperti ini, harap Bupati.

Menurut Kades Srikayangan, Aris Puryanto, sebenarnya jumlah lahan pertanian di wilayah tersebut mencapai 215 hektar, namun baru 100 hektar yang dimanfaatkan karena berbagai kesulitan, antara lain pengairan. Untuk mengairi lahan harus dilakukan dengan memompa air dari sungai kemudian dialirkan ke saluran irigasi, setelah itu dipompa lagi ke lahan pertanian. Dengan perpompaan seperti ini lahan dimungkinkan untuk ditanami bawang merah. Saat ini tersedia 3 buah pompa, 2 dari hasil peminjaman dan 1 buah milik desa. Untuk memenuhi kebutuhan air, pompa bekerja 24 jam bergantian. Selain irigasi, permasalahan lain yang dihadapi adalah masih buruknya kondisi jalan yang membelah lahan pertanian di tempat itu, menurut Aris hal ini menambah biaya operasional karena harus mendatangkan kendaraan khusus yang bisa melewatinya. Apalagi jika musim hujan, jalan ini tidak bisa dilewati kendaraan pengangkut.

Para petani juga menginginkan adanya fasilitas dalam penjualan, terutama standarisasi harga, sehingga bisa menentukan harga yang tepat tanpa dirugikan. Mereka berharap ada pendampingan dari dinas terkait dan bantuan permodalan.

Menurut Kadinas Pertanian dan Kehutanan, Bambang Tri Budi Harsono, luasan lahan bawang merah yang mencapai 100 hektar ini mengharilkan bawang merah sekitar 2000 ton, yang bernilai sekitar Rp 20 milyar. Jika diasumsikan biaya produksi Rp 50 juta per hektar, berarti total biaya produksi untuk 100 hektar adalah Rp 5 milyar, sehingga keuntungan yang bisa dinikmati dalam waktu kurang dari dua bulan adalah Rp 15 milyar.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Hasto Wardoyo melakukan panen bawang merah dan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan 2 unit pompa air. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban petani dalam mengelola pertanian di bulak Srikayangan. Apalagi potensi bawang merah di tempat ini cukup menjanjikan dan berkualitas lebih baik. Ke depan, diharapkan luasan penanaman bawang merah bisa bertambah luas, karena masih ada lebih dari 100 hektar yang belum dimanfaatkan.

"Pemkab mendukung perluasan lahan ini untuk pertanian bawang merah," kata Bupati.***