Bupati Pimpin Apel Konsolidasi Operasi Mantap Brata Progo 2014

  • 22 Oktober 2014 10:54:01
  • 2773 views

Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) memimpin Apel Konsolidasi Operasi Mantap Brata Progo 2014, Rabu, (22/10), di Halaman Polres Kulon Progo. Apel yang diikuti dari unsur Kodim 0731 Kulon Progo, Satbrimobda DIY/ Sentolo, Sabhara, Satlantas, Satgas, Polsek, Sat Pol PP, Senkom dan Linmas ini merupakan apel penutupan operasi pengamanan pemilu 2014.

Penutupan Operasi Mantap Brata Progo 2014 ini ditandai dengan pelepasan pita tanda operasi di seragam petugas oleh Bupati Kulon Progo. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga membacakan sambutan Kepala Kepolisian Daerah DIY Brigjen Pol Drs. Oerip Soebagyo.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengucapkan syukur tahapan Pemilu 2014 di DIY terselenggara dengan aman dan tertib.

Mengingat arti penting dan strategisnya pemilu bagi keberlangsungan kepemimpinan nasional, pemerintahan dan pembangunan dalam mencapai tujuan negara, maka pada konteks inilah polri sebagai penanggungjawab keamanan dalam negeri berkewajiban untuk mengawal, menjaga dan mengamankan penyelenggaraan pemilu 2014.

Hal ini dilakukan melalui manajemen keamanan yang terpadu dan komprehensif, mengerahkan segala sumber daya yang ada, serta memperkokoh kerjasama sinergis dengan penyelenggara pemilu, TNI, masyarakat dan mitra keamanan lainnya, hingga pesta demokrasi Pemilu 2014 dapat berlangsung aman, jujur, adil dan demokratis. Dengan demikian diharapkan, pemantapan demokrasi dapat terwujud, serta menjadi landasan menuju Indonesia yang makmur dan sejahtera.

Terkait pasca pelaksanaan pengamanan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2014-2019 yang lalu, dalam apel ini disampaikan beberapa pesan, meliputi: 1).Siapkan mental dan fisik dilandasi komitmen moral dan disiplin kerja yang tinggi, dalam pelayanan yang optimal kepada masyarakat, sehingga dapat menampilkan jati diri polri sebagai sosok penolong, sahabat, pelayan masyarakat, serta penegak hokum yang jujur, benar, adil, transparan dan akuntabel.

2).Petakan kembali setiap pasca kerawanan pasca pelaksanaan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang lalu, dengan melakukan deteksi dini dengan mengoptimalkan fungsi intelijen, didukung bhabinkamtibmas, untuk mengetahui dinamika dan fenomena yang berkembang di masyarakat, sehingga setiap permasalahan yang berpotensi pada kerawanan kamtibmas dapat diantisipasi sedini mungkin, dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.

3).Perkokoh kerjasama yang harmonis dengan seluruh penyelenggara pemilu, unsur TNI, dan segenap komponen masyarakat, guna mewujudkan sinergi polisional yang proaktif dalam rangka penyelenggaraan tahapan akhir pemilu 2014.

4).Tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman terorisme. 5).Beri arahan dan petunjuk yang jelas kepada anggota setiap akan melaksanakan tugas, pedomani aturan dan SOP yang berlaku, dalam rangka menghindari keraguan dan kesalahan prosedur dalam pelaksanaan tugas. dan 6).Lakuan pengawasan dan pengendalian secara melekat terhadap pelaksanaan operasi, untuk meminimalkan terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan tugas di lapangan. (at.MC)