3 Pemuda Kulon Progo Ikuti JPI dan PBAP 2014

  • 21 Oktober 2014 10:46:50
  • 2242 views

Arizal Candra, Deny Astiwi dan Harmoni mewakili Kulon Progo dan DIY dalam Jambore Pemuda Indonesia (JPI) dan Bakti Pemuda Antar Provinsi (PBAP) Tahun 2014. Ketiganya akan menuju Provinsi Maluku, Bengkulu dan Papua Barat setelah dilakukan seleksi dari tim penilai yang dilaksanakan 22 September 2014.

Candra (Sogan Wates) akan menuju provinsi Papua Barat, Deny (Karangsari Pengasih) ke Bengkulu dan Harmoni (Kranggan Galur) akan menuju Maluku, dan akan berada di luar daerah selama 25 hari mulai 3 November 2014.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olah Raga Kabupaten Kulon Progo, Eko Wisnu Wardhana,SE menyampaikan dalam rangka mengembangkan wawasan pemuda agar dapat meningkatkan kreativitasnya, perlu direncanakan secara secara berjenjang dan berkesinambungan, sehingga potensi pemuda dapat diakomodir untuk lebih dikembangkan melalui pengembangan sentra potensi pemuda sesuai dengan karakteristik nilai budaya dan potensi daerah.

Melalui kegiatan ini, para pemuda diharapkan dapat mengembangkan dirinya melalui proses interaksi dengan budaya dan kreativitas lokal yang dikembangkan oleh masyarakat. Melalui proses interaksi, berdialog bekerjasama dan ikut memecahkan masalah bersama diantara para pemuda yang berbeda latar belakang kelompok, golongan, suku, agama dan etnis tertentu, diharapkan pemuda dapat mengembangkan kearifan untuk dapat menerima perbedaan dan menjadikan sebagai kekuatan bersama dalam membangun bangsa.


Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) saat menerima audiensi di Rumah Dinas Bupati, Senin (20/10) menyampaikan selamat karena telah terpilih mewakili Kulon Progo dan DIY, sehingga dapat membawa nama baik daerah dan provinsi disamping itu sebelum berangkat harus membawa bekal pengetahuan yang cukup, dapat memberikan kesan mendalam terhadap masyarakat yang ditempati.

"Kalau hanya melakukan hal yang biasa, maka akan jadi manusia biasa, Jika bisa melakukan hal yang luar biasa maka akan menjadi manusia yang luar biasa" kata dokter Hasto saat memberikan semangat.

Ditambahkan, yang akan menjadikan generasi luarbiasa adalah diri sendiri, untuk itu dokter Hasto minta agar dapat menjadi generasi luar biasa, mempunyai banyak ketrampilan.

Sebagai bekal, Candra mengaku mempunya hobi bidang kerajinan, Deni di bidang pramuka dan Harmoni dari fakultas Psikologi UGM mempunyai hobi menulis.

Mengingat waktu yang singkat, dokter Hasto meminta untuk fokus apa yang akan dilakukan. Disampaikan, berdasar pengalamannya saat di kampung orang samin, dokter Hasto Fokus mendirikan posyandu, mengurus perijinan, dan pengelolaannya, sehingga setelah ditinggalkan akan bermanfaat bagi masyarakat setempat.

Dokter Hasto juga berharap agar apa yang didapat akan menambah ilmu yang dapat mendewasakan dan dapat bermetamorfose menjadi manusia yang memiliki ketrampilan lebih.
Tubuh diisi dengan berbagai multidisiplin ilmu, maka akan menambah kepercayaan diri. (at.MC)