BPBD Buka Posko Aduan Kekeringan Melalui 0274773311

  • 29 September 2014 13:15:29
  • 1737 views

Mengantisipasi dampak kekeringan tahun ini, BPBD Kulon Progo melakukan berbagai langkah, salah satunya membentuk Posko Puskodalpos (Pusat Komando Pengendalian Operasi). Melalui posko ini masyarakat dapat dengan cepat menyampaikan informasi daerah yang dilanda kekeringan dan minta bantuan droping air.

"Masyarakat dapat memanfaatkan nomor telepon 0274773311, yang buka 24 jam" kata Untung Waluyo, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulon Progo.

Dengan posko ini, Untung berharap masyarakat tidak kesulitan lagi menghubungi/ menginformasikan ke BPBD, dan dapat telepon dahulu, meski kemudian harus dilengkapi dengan laporan tertulis.

BPBD juga melakukan berbagai terobosan dan langkah strategis dalam pelayanan droping air, antara lain masyarakat dibantu terpal untuk buat penampungan air seperti kolam, ditempat yang bisa dijangkau tanki. Dan masyarakat bisa mengambil air ditempat tersebut.

"Dengan terpal lebih cepat dan mengurangi air tumpah dibanding dengan langsung jerigen" tambahnya.

Dijelaskan lebih lanjut, dari 12 Kecamatan di Kulon Progo, ada 7 kecamatan di daerah pegunungan yang sering dilanda kekeringan.

BPBD sudah bekerjasama dengan Pusat Studi Bencana Alam UGM untuk teknis pemetaan daerah rawan, sumber air, untuk 88 desa, dan akan disampaikan kedesa hasil pemetaan tersebut. "Dengan peta kita tahu daerah yang rawan kekeringan. Dan daerah sumber air" jelasnya.

Dengan kajian Akademis, Teknis, kemendesakan juga sudah diskusikan dan di sampaikan ke BNPB beberapa waktu yang lalu, termasuk rencana pembuatan embung. BPBD juga berusaha mencari sumber mata air di beberapa daerah dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, beberapa langkah yang sudah dilakukan, di Kalibawang dioptimalkan dari kali Progo. Air Sermo juga dinaikkan untuk mencukupi wilayah tengah.

Sampai hari Jumat (26/9) ada 37 titik yang dilakukan droping air, karena mengalami kesulitan sumber air, atau jika ada belum mencukupi kebutuhan.

Untuk armada yang disiapkan, sudah berkoordinasi dengan berbagai instansi, antara lain dari PDAM 4 armada, BPBD 1, PMI 1 dan Tagana 1 armada.

Koordinasi untuk melakukan antisipasi dan percepatan bantuan terhadap masyarakat juga dilakukan dengan Kecamatan, SKPD (Dinas Kelautan, DPU, Bidang Pengairan), PMI dan Tagana.

Eko Susanto, Kepala Seksi Rehabilitasi dan Konstruksi di BPBD, Senin (29/9) menyampaikan, masyarakat sudah memanfaatkan telepon ke posko, di samping ada juga yang menyampaikan informasi kekeringan melalui surat.

"Yang melalui telepon ada 6 titik, seperti di daerah Sangon, Jangkang Sentolo, Clapar dan beberapa tempat lainnya" tambahnya.

Ditambahkan, meskipun ada permohonan droping air yang melalui surat langsung ke PDAM dan PMI, tetapi masih tetap dibawah koordinasi BPBD.(at.MC)