Workshop Perencanaan Rasda, Bupati Konsisten Perjuangkan Rasda

  • 26 September 2014 15:18:31
  • 2069 views

Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) tetap konsisten berupaya menegakkan kemandirian dan kedaulatan pangan di Kulon Progo. Meskipun dalam perjalanan banyak tantangan yang dihadapi, namun tetap berupaya mengatasinya. Salah satunya terkait program Rasda (beras daerah) di Kulon Progo.

Dengan spirit Bela Beli Kulon Progo, Pemkab mulai tahun 2013 melakukan inisiasi untuk memperbaiki pelaksanaan Program RASKIN melalui rintisan Program RASDA, yaitu memenuhi kebutuhan beras untuk program Raskin oleh Gapoktan dari beras yang diproduksi oleh petani Kulon Progo.

Diharapkan, setelah melalui perbaikan pengelolaan yang diperbaiki dan kerjasama dengan Bulog, kedepan dapat mempersingkat waktu antara pengadaan sampai pendistribusian sehingga dapat meminimalisir penurunan mutu. RTS (Rumah Tangga Sasaran) mendapat beras yang lebih layak. Dengan memperpendek jarak antara gudang penyimpanan dengan titik distribusi dapat efisien biaya transportasi.

Beras petani yang selalu melimpah saat panen raya dapat dibeli untuk mempertahankan kelayakan harga, sehingga petani tidak dirugikan. Disamping itu Gapoktan yang mensuplai beras ke Bulog juga mendapatkan keuntungan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Demikian salah satu hasil Workshop perencanaan Rasda yang dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati, mulai Rabu (24/9) - Jumat (26/9), kerjasama Pemkab Kulon Progo dengan Inprosula dan ProRep, yang dibuka Wakil Bupati Drs.H.Sutedjo.

Dalam workshop tersebut melibatkan berbagai pihak yang terlibat terkait, seperti BKP (Badan Ketahanan Pangan) dari Kementerian Pertanian, DPRD DIY, BKPP DIY, Bupati Kulon Progo, DPRD Kulon Progo, Inprosula, BPD DIY, Perum Bulog Divisi Regional DIY, Gapoktan, NGO, dan SKPD terkait seperti Bappeda, Dinas Pertanian dan kehutanan, KP4K, , Disperindag ESDM, Dinas Koperasi UMKM, Dinsosnakertrans, Bagian Perekonomian, Bagian Kesra, Bagian Umum.

Bupati menyambut baik pelaksanaan workshop perencanaan Rasda, sehingga dapat diperoleh informasi penting dari berbagai pihak yang terlibat. Baik kendala yang terjadi di lapangan, dan langkah yang akan dilaksanakan berikutnya, baik kebijakan di Kulon Progo, advokasi ke pemerintah pusat, maupun memanfaatkan CSR untuk mensukseskan pelaksanaan Rasda.

Kepada Perum Bulog Divisi Regional DIY Awaluddin Iqbal, Bupati menyampaikan terimakasih yang telah mau bekerjasama dan memberikan kesempatan kepada Gapoktan melaksanakan Program Rasda.

Demikian halnya terimakasih juga diucapkan kepada Ketua Inprosula, Sarijo yang telah ikut mengawal, dan membantu sejak awal terkait program ini.

Dalam penutupan workshop, Bupati juga menekankan perlunya langkah nyata yang bisa diaplikasikan segera seusai workshop ini.
"Meski belum semua menyentuh aspek. Apa yang bisa dilakukan sekarang lakukanlah" tegas Bupati.

Adapaun beberapa hasil workshop lainnya yaitu, bahwa untuk menjamin terwujudnya tujuan RASDA diperlukan dukungan kebijakan kelembagaan, sarana prasarana dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi DIY dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo.

Mengingat pentingnya Program RASDA ini, maka semua pihak berkomitmen untuk mendukung terlaksananya RASDA demi tercapainya program bantuan pangan yang memenuhi ketepatan sasaran, jumlah dan kualitas beras bantuan, waktu distribusi, harga tebusan dan pengadministrasian yang transparan dan akuntabel. Juga berkomitmen menjadikan Program RASDA sebagai upaya peningkatan pendapatan petani padi dan peningkatan perekonomian desa dan daerah. (at.MC)