Bupati Beri Bekal Keluarga Transmigran

  • 21 Agustus 2014 12:04:21
  • 1910 views

Sebanyak 5 KK Calon Transmigran beserta keluarga asal Kulon Progo yang akan ditempatkan di Wawondengi Amohola Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara, mendapatkan pembekalan dari Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K). Pembekalan yang diberikan berupa bantuan modal dan pembekalan berupa pesan-pesan agar dilokasi baru mendapat keberkahan, kebahagiaan dan kesuksesan dimasa mendatang.

Sumidi, Tusiman (Kalangan Bumirejo Lendah), Sukirdi (Kleben Kebonharjo Samigaluh) Harsix Waputa (Nagung Kedundang Temon) dan Poniran Ismail (Sungapan II Hargotirto Kokap) mendapat pembekalan di Rumah Dinas Bupati Kulonprogo Wates, Kamis (21/8). Masing-masing mendapat bantuan sebesar Rp. 5 juta tiap keluarga, total Rp.25 juta.

Saat memberikan pesan, dr.Hasto (panggilan akrab bupati) mengharapkan agar bantuan ini tidak habis digunakan untuk konsumsi, tetapi sebagian digunakan untuk modal usaha.
"Sebagian dari Rp 5 juta ini harap ada yang disisihkan untuk usaha, seperti beli ayam untuk diternak, sehingga nanti berkah dan dapat berkembang, bahkan kalau bisa ternak kambing" kata dr.Hasto.

Disampakan juga bahwa selama 12 bulan pertama tiap KK akan mendapat jaminan hidup berupa beras, ikan asin.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Drs.Eka Pranyata menyampaikan, bahwa dari dinas sudah survey lokasi, jarak lokasi ke kecamatan sekitar 15 sd 20 km. dari Kendari sekitar 2 jam perjalanan. Dari jalan aspal masih masuk lokasi sekitar 10 km.


Bupati menyampaikan berterimakasih kepada transmigran, karena telah mengikuti program pemerintah untuk bertransmigrasi. Diharapkan dilokasi yang baru, semua dapat giat dan tekun bekerja sehingga dapat meningkatkan taraf hidup, dan menempuh masa depan yang lebih baik.

Khusus kepada Sukirdi (40 th) yang berpendidikan D2 berangkat bersama istri dan 1 anak. Bupati mengharap, selain bertani juga berjuang untuk bekerja sebagai pendidik karena  mempunyai bekal pendidikan yang cukup. Disamping itu dengan akan berlakunya UU ASN memungkinkan daerah tersebut dapat mengangkat pegawai daerah.

Kepada Harsix yang berpendidikan SLTA Otomotif dilokasi baru, selain bertani juga diharapkan dapat membuka usaha bengkel.

Kelima KK masing-masing telah memiliki anak balita kecuali Harsix. Diharapkan 1 tahun pertama, kecuali Harsix dapat mengikuti program KB dahulu.

Bupati juga menyampaikan bahwa untuk daerah Kendari, secara umum lebih baik untuk usaha pertanian daripada di daerah rawa di Kalimantan. (at.MC)