Perpustakaan Sidodadi Dinilai Tim Yuri Lomba Tingkat Nasional

  • 20 Agustus 2014 05:42:43
  • 12689 views

Tim Perpustakaan Nasional yang dipimpin Drs.Sudirwan Hamid dari Perpustakaan Nasional RI beserta Rosmiyati dari Kementerian Dalam Negeri melakukan Penilaian terhadap Perpustakaan Sidodadi Desa Hargomulyo, dalam rangka Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Nasional Tahun 2014 di Hargomulyo Kokap Kulon Progo,Selasa (19/8).

Tim diterima Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo, didampingi BPAD (Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah) DIY, Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Kulonpogo, Kepala Bagian TI dan Humas Setda Kulon Progo, Muspika, perangkat desa dan tamu undangan lainnya.

Sebelumnya, maju tingkat nasional, Perpustakaan Sidodadi pada bulan Juni 2014 meraih Juara I lomba Perpustakaan Desa Tingkat Kabupaten Kulon Progo, dan pada bulan Juli 2014 meraih Juara I Lomba Perpustakaan Umum Desa/ Kelurahan Tingkat DIY, sehingga berhak mewakili DIY maju lomba tingkat nasional.

Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo menyatakan terimakasih dan merasa bangga atas perhatian Perpustakaan Nasional terhadap perpustakaan Sidodadi.

Wabup menilai keberadaan perpustakaan desa memang sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, karena banyak hal yang diperoleh dari membaca buku yang tersedia di perpustakaan desa.
"Kami menyadari bahwa dengan kemajuan zaman yang semakin dinamis adanya ilmu pengetahuan dan teknologi sangat dibutuhkan untuk dapat mengikuti berbagai perkembangan, untuk memajukan pembangunan di berbagai bidang dan sektor yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat secara luas." Kata Wabup.


Drs.Surachmanta Kepala Sie Pembinaan dan Pelayanan Perpustakaan, Kantor Perpustakaan dan Arsip Kulon Progo menyampaikan menjadi juara tingkat DIY karena ada beberapa kelebihan pada perpus ini dibanding perpustakaan lainnya, seperti ada pelayanan internet di dalam ruang perpus, ada wifi; melaksanakan kerjasama dengan berbagai perpustakaan di dusun-dusun dan perpustakaan di sekolah-sekolah, masih banyak keunggulan lainnya.

"Jadi ada fungsi saling mendukung dengan perpustakaan lain" kata Drs.Surachmanta. Sehingga koleksi buku tidak hanya dimanfaatkan di perpustakaan desa tapi juga dimanfaatkan perpustakaan di dusun-dusun.

Dari 87 desa dan satu kelurahan di Kulon Progo, sudah 71 desa dan 1 kelurahan yang memiliki perpustakaan desa.
Dari 71 desa dan 1 kelurahan tersebut ada 92 perpustakaan desa, karena setiap desa ada yang memiliki lebih dari 1 perpustakaan desa.

Masyarakat juga banyak yang memanfaatkan buku sebagai bahan acuan untuk belajar membuat produk kerajinan, makanan dan pertanian sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Drs.Sudirwan Hamid dalam sambutannya menyampaikan saat ini ada 33 yang harus dikunjungi. Terkait perpustakaan, disampaikan bahwa Perpustakaan merupakan salah satu media pendidikan non formal. Bahkan sampai tuapun bisa memanfaatkan.

Melalui perpustakaan, diharapkan tidak hanya cerdas, tetapi dapat digunakan untuk menambah pendapatan masyarkat, melalui penerapan ilmu pengetahuan yang ada di perpustakaan diaplikasikan di masyarkat.

Penilaian dari tim bersifat murni dan berdasar fakta di lapangan. Di Indonesia dibagi 3 cluster, dan DIY masuk cluster A.

Sudirwan Hamid mengharapkan, perpustakaan desa baik bukan hari ini, saja tapi baik bagi seterusnya. Dan menjadi tempat masyarakat bisa belajar untuk meningkatkan pendapatan.

Semua akan presentasi presentasi di Jakarta dan diambil 6 besar kluster A, B, C. Final direncanakan sekitar tanggal 23 Oktober 2014.


Ketua Pengelola Perpustakaan Sidodadi R Tri Haryono,SH menyampaikan, perpustakaan Sidodadi berdiri tanggal 10 Mei 2010 berdasark SK Kepala Desa No.35 Tahun 2010 tentang pembentukan Perpustakaan Sidodadi Desa Hargomulyo.

Pengelola 3 orang, 1 orang ketua pengelola, 1 orang petugas administrasi, 1 orang petugas teknis dan layanan perpustakaan.

Untuk kepentingan layanan informasi disediakan papan pengumuman, papan Koran, rak catalog, rak majalah, meja baca, computer untuk e-book, 7 set computer pinjaman PLIK, ruang APE, Ruang Audio visual dan referensi, area internet dengan WIFI.

Koleksi perpustakaan tahun 2010 sebanyak 1.250 eks dan tahun 2014 menjadi 6.000 eks. Koleksi CD 10 buah; koleksi APE 1 Set; e-book 100 judul, games edukasi 1 paket; 7 buku paket huruf braile.

Anggota perpustakaan 674 orang, 70% warga Hargomulyo dan 30 % warga luar Hargomulyo. Usia anggota berwariasi yang terbanyak usia SMP dan dewasa.

Layanan meliputi layanan Sirkulasi (Pinjam Kembali koleksi Perpustakaan) dan baca di tempat; Layanan Referensi dan Rujukan; Layanan Internet dan wifi area, di area ini pengunjung juga diwajibkan membaca buku selama 5 menit; Layanan informasi online melalui website; Layanan informasi melalui sosial media: Facebook dan Twitter; Layanan informasi melalui handphone dan sms; Layanan antar koleksi bagi masyarakat berkebutuhan khusus.

Berbagai kegiatan juga dilaksanakan untuk mengoptimalkan informasi koleksi perpustakaan di masyarakat.

Hasil kegiatan Manajemen berbasis teknologi informasi, pada awalnya TI digunakan untuk pembuatan database saja dengan menggunakan program SLIMS (Senayan Library Information System) yang sampai saat ini masih berlangsung prosesnya; Internet browsing ada di perpustakaan mulai tahun 2013 atas kerjasama dengan PLIK (Pusat Layanan Internet Kecamatan), Kunjungan ke Website perpustakaan sejumlah 150 orang perbulan; Tahun 2014 pengunjung website meningkat menjadi 300 orang perbulan didalamnya telah tersedia e-book dengan penambahan layanan wifi hotspot.


Dalam dialog dengan tim penilai, R.Tri Haryono,SH menyampaikan, bahwa dari segi pengambil kebijakan, mulai Bupati sampai Kepala Desa sangat peduli dan mendukung pengembangan perpustakaan desa. Antara lain dengan bantuan kebijakan dalam pembentukan perpus, pengadaan sarana prasarana dan bantuan operasional.

"Besarnya anggaran Rp. 5 juta dari APBDES 2014, Rp 1 juta untuk pengembangan koleksi 30%, penyelenggaraan jasa/ layanan perpustakaan 50%, pengeluaran lainnya 20%, Rp. 2 juta untuk sewa gedung, Rp. 2 juta untuk pembelian rak buku."kata Tri Haryono.


Ketua Tim penilai menyampaikan, apa yang di Kulon Progo sudah bagus hanya perlu menambah sedikit penambahan tentang foto anggota, prosentasi jumlah anggota terhadap penduduk.

Apa yang ada di perpustakaan Sidodadi tidak terlepas dari para pengambil kebijakan dan pengelola perpustakaan.
Layanan kepada pengunjung sudah bagus, yang menonjol, apa yang ada di buku diaplikasikan masyarakat untuk menambah pendapatan/ usaha. Ada juga buku braile untuk yang cacat, ini memberi nilai plus. (at.MC)