Bupati Hasto Wardoyo, Buka Festival Upacara Adat Antar Desa Budaya

  • 18 Agustus 2014 15:28:55
  • 1550 views

Sebagai salah satu upaya mewujudkan dan mempertahankan Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga melaksanakan Kegiatan Festifal Upacara Adat antar Desa Budaya se Kabupaten Kulon Progo. Desa Budaya adalah desa yang menjadi ujung tombak untuk pengembangan budaya. Di Kulon Progo 8 Desa Budaya telah terdaftar dengan SK Gubernur, 4 Desa Budaya Rintisan I dan 8 Desa Budaya Rintisan II (Rintisan yang telah menjalani proses pendaftaran untuk mendapatkan SK Gubernur).


Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo, Eko Wisnu Wardhana, SE dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa Festival Upacara Adat ini terselenggara dengan dukungan dana keistimewaan. "Festival ini merupakan salah satu kegiatan yang terselenggara dari danais DIY, masih ada beberapa kegiatan budaya yang didanai lewat danais." jelas Eko saat pembukaan Festival Upacara Adat antar Desa Budaya di Balai Desa Tanjungharjo, Nanggulan, Senin (18/8).

Desa Budaya Tanjungharjo dalam kesempatan ini menampilkan upacara adat Gumbregi, upacara adat ini dilaksanakan pada setiap selesai panen untuk bersyukur kepada Tuhan dan memohon ampun atas kesalahan dalam memperlakukan hewan peliharaan baik sapi maupun kambing.


Sementara Bupati Kulon Progo dr. H. Hasto Wardoyo, Sp. OG(K) yang juga hadir pada kesempatan tersebut menyambut baik kegiatan tersebut. "Dengan kucuran danais sudah seharusnya kita dapat mengembangkan seni dan budaya yang kita miliki, sehingga danais bisa memberi tinggalan (warisan). Memang berat tugas Dinas Budparpora untuk melakukan pengembangan, inovasi dan juga menyelesaikan SPJ yang begitu banyak secara bersamaan, namun mengingat kebudayaan harus menjadi sendi-sendi kehidupan disegala bidang masyarakat DIY maka harus kita kerjakan dengan baik." ujar dr. Hasto.