Bupati Serahkan Remisi Kemerdekaan Warga Binaan LP Wates

  • 17 Agustus 2014 08:31:59
  • 2172 views

Kekhidmatan nampak terlihat dari wajah para warga binaan penghuni lembaga pemasyarakatan (LP) kelas II-B Wates saat mengikuti upacara penyerahan remisi HUT Kemerdekaan RI. Saat memperingati hari kemerdekaan RI ke 69 17 Agustus 2014, sejumlah narapidana berkesempatan mendapatkan keringanan hukuman.

Sebanyak 18 warga binaan memperoleh remisi kemerdekaan. Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo dalam Upacara Pemberian Remisi Umum kepada Narapidana dan Anak Pidana pada Peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-69. Warga Rutan kelas II-B Wates saat ini berjumlah 54 orang terdiri narapidana 34 dan tahanan 20 orang. Remisi diberikan berkisar antara 1 sampai dengan 3 bulan. Warga yang mendapat remisi pada hari itu adalah warga yang tersangkut kasus tentang pencurian, penipuan, lakalantas, dan perlindungan anak.

Menurut  Menkumham Amir Syamsudin dalam amanatnya sebagaimana dibacakan Bupati, remisi merupakan instrumen yang dapat mendorong narapidana untuk berperilaku baik selama menjalani pidana. Karena, remisi hanya akan diberikan kepada narapidana yang berkelakuan baik. Mereka yang melakukan pelanggaran peraturan tata tertib tidak akan mendapatkan remisi. Manfaat lanjutan dari pemberian remisi adalah dapat mengurangi tingkat hunian Lapas/Rutan yang semakin tinggi. Remisi akan mempercepat seseorang narapidana untuk keluar dari Lapas/Rutan, sehingga populasi Lapas/Rutan pun akan semakin cepat berkurang.

Ditambahkan, pemberian remisi bukanlah suatu bentuk kemudahan-kemudahan bagi warga binaan untuk dapat cepat bebas, tetapi merupakan suatu sarana untuk meningkatkan kualitas diri sekaligus memotivasi diri, sehingga dapat mendorong warga binaan kembali memilih jalan kebenaran.

Menurut Kepala Rutan Kelas II B Wates, Syamsir Alam, warga binaannya saat ini semuanya laki-laki usia dewasa. Mayoritas tersangkut kasus perlindungan anak (15 orang), pencurian (12 orang), penipuan (6 orang), narkoba (5 orang), lainnya adalah kasus pembunuhan (3 orang), lakalantas (3 orang), penggelapan (2 orang), penganiayaan (2 orang), perjudian (2 orang), uang palsu, perampokan, pencurian, dan penculikan masing-masing 1 orang.

Syamsir menambahkan, remisi yang diberikan ada 2 kali, yaitu remisi khusus dan remisi umum. Remisi umum yang diberikan saat memperingati HUT RI Agustus ini tidak memandang agama dan perkara. Sedangkan remisi khusus diberikan di hari keagamaan.

Dijelaskannya tujuan remisi salah satunya untuk mempercepat pengembalian warga binaan

dengan memenuhi beberapa persyaratan.

 

"Kita sudah over kapasitas, sehingga remisi ini untuk percepatan. Disamping itu ada juga cuti bersyarat, cuti menjelang bebas, dan pembebasan bersyarat. Kapasitas ruang di rutan ini 55 ruang. Biasanya terisi lebih dari 55, lebih sering over kapasitas, bahkan mencapai biasanya 60an warga," katanya.***