Kepedulian Perantau Terhadap Kulon Progo Sangat Tinggi

  • 25 Juli 2014 10:10:49
  • 2186 views

Kepedulian warga perantau yang dari Kulon Progo yang tergabung dalam Bakor PKP (Badan Koordinasi Paguyuban Kulon Progo) sangat tinggi. Salah satunya dalam waktu dekat akan memberikan santunan lagi kepada anak yatim piatu dan orang jompo di Kulon Progo. Hingga saat ini Bakor PKP sudah menyalurkan santunan sebanyak 28 kali.

"Terakhir santunan disalurkan untuk 81 anak yatim dan 30 orang jompo. Rencana tanggal 29 Juli 2014 akan memberikan santunan lagi di Kalirejo Kokap, sekaligus bakti sosial" demikian disampaikan Paryanto, pengurus Bakor PKP saat open house di Rumah Dinas Bupati, Kamis (24/7/2014).

Untuk memeriahkan acara tersebut, akan mengundang bintang tamu Sigit Bolot dari Jakarta. Dilanjutkan acara Syawalan di Kedundang Temon pada tanggal 30 Juli 2014, pukul 10.00 - 12.00 wib, dengan mengundang Bupati.

Bakor PKP secara rutin melakukan pertemuan dan mengumpulkan dana melalui kotak amal. Dana yang terkumpul digunakan untuk menyantuni anak yatim piatu dan orang jompo di Kulon Progo yang membutuhkan.

Dijelaskan oleh Paryanto, mulai saat ini Bakor PKP juga menjalin kerjasama dengan komunitas Facebooker ACKP (Aku Cinta Kulon Progo) karena anggota Bakor PKP juga dikumpulkan melalui Facebook seperti KPDJ (Kulon Progo Di Jakarta). Kerjasama ini juga untuk mensinkronkan program Bakor PKP dengan ACKP.

Sedangkan untuk mendukung program Pemerintah Daerah dalam mengentaskan kemiskinan, Bakor PKP juga mempunyai program pendampingan menjadi orang tua asuh. KK Miskin diharapkan juga diasuh oleh kerabat terdekat. Nantinya Pemerintah Daerah tinggal membuat checklist tentang apa yang kurang.

Dalam Bidang Pendidikan, Bakor PKP mempunya program juga akan membantu anak kurang mampu yang berprestasi, sehingga mempunyai kesempatan yang sama dengan anak yang lain dalam karier di masa depan. Diharapkan sinkron dengan progam Dinas Pendidikan. Dari Pemerintah Daerah sampai desa membuat lembar monitor, untuk memantau dari sekolah, kuliah, pelatihan hingga bekerja.

Terkait pelatihan, Bambang Haryadi dari Bakor PKP menyampaikan bahwa sudah melakukan pelatihan kerja seperti las, dan saat ini ada 4 peserta yang sudah lulus sertifikasi migas. Sertifikasi dibutuhkan untuk mencari tenaga terampil. Dengan memegang sertifikasi juga dapat digunakan untuk modal bekerja.

"Pola pendidikan kita dorong sekolah, magang, sertifikasi" kata Bambang. Harapannya suatu saat jika Kulon Progo membutuhkan, dapat menarik tenaga terampil tersebut.


Terkait Bakor PKP, Tokoh dan anggota Bakor PKP juga mempunyai semangat dan kepedulian yang tinggi terhadap Kulon Progo. Salah satunya, dalam waktu dekat akan meresmikan kantor baru dan pengurus baru. Selama ini sudah mempunyai kantor di Jakarta, atas pinjaman dari Ibu Warsinem (anggota Bakor, Guru SMK) yang menyediakan rumahnya digunakan untuk Kantor, sekaligus menanggung biaya listrik dan air.

Pada tanggal 9 Agustus 2014 akan diadakan syawalan di Jakarta, sedangkan tanggal 10 Agustus 2014 akan dialaksanakan syawalan di Serang Timur, bertempat di Aula Yayasan sekolah Mutiara Banten, dengan mengundang Bupati.


Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) berterima kasih terhadap semua usaha Bakor PKP dan menyambut baik. Untuk lebih mensinergikan dan mensinkronkan program Pemda dengan jajaran Bakor PKP, Bupati berencana akan hadir ke Jakarta dan Banten untuk mempresentasikan dan menjelaskan berbagai program yang dilakukan Pemerintah Kulon Progo.

Terkait pendidikan, Bupati juga sudah mendorong beasiswa untuk siswa yang tidak mampu, salah satunya dengan member rekomendasi mendaftar di PTN. Untuk Pemerintah Daerah sendiri, hingga saat ini baru mampu membantu sampai dengan siswa SMA. Sedangkan untuk perguruan tinggi sudah ada berbagai beasiswa dari perguruan tinggi tersebut..

Pemerintah Kulon Progo juga sudah mengembangkan sekolah berkeadilan, dimana orang yang lulus dari suatu sekolah harus mempunya kualitas yang sama sehingga untuk siswa yang kurang cerdas pelajaran harus diulang, dengan diberi tambahan jam. Anggaran untuk honor guru yang memberikan pelajaran tambahan akan digaji dengan APBD. (at.MC)