Pendamping KK Miskin Perlu Modal Kesabaran dan Keikhlasan

  • 21 Juli 2014 13:25:07
  • 2467 views

Target yang diharapkan dengan adanya Program Orang Tua Asuh PNS bagi KK Miskin adalah kemiskinan cepat turun. Target ini dicapai melalui proses, antara lain mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh KK miskin yang didampingi oleh PNS. Setiap pendamping akan dibekali dengan formulir yang merinci akar permasalahan yang dihadapi KK miskin, sehingga bisa diupayakan terapi yang tepat bagi KK miskin tersebut. Demikian diutarakan Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo, saat bertemu dengan para PNS di Kecamatan Lendah di Balai Desa Jatirejo, Senin (21/07).

"Jadi target jangka pendeknya adalah program ini bisa melengkapi database album kemiskinan yang sudah dibuat Bappeda, dan target jangka panjangnya adalah pengurangan kemiskinan di Kulon Progo," tambahnya.

Untuk menyelesaikan masalah kemiskinan dibutuhkan pendampingan dan pendataan yang akurat, oleh akarena itu tugas pertama PNS sebagai pendamping KK miskin bukanlah memberi uang, tetapi mendata akar masalah penyebab kemiskinan keluarga tersebut. Saat mendampingi akan diberikan semacam kuesioner kemudian diisi untuk mengetahui profil KK miskin sekaligus penyebab kemiskinannya. Jika telah mengetahui penyebab utama kemiskinan, maka PNS pendamping tinggal melaporkan ke instansi terkait.

Ditambahkan Bupati, sebenarnya Bappeda menjadi leading sector dalam pendataan KK miskin, namun Bappeda tidak bisa mendata dengan cermat dalam waktu cepat. Karena itu perlu dibantu oleh PNS lainnya melalui Program Orang Tua Asuh.

Bupati menegaskan bahwa dalam program ini PNS tidak diwajibkan untuk memberi uang kepada KK miskin, namun PNS hanya mendidampingi dalam permasalahan yang dihadapi keluarga miskin tersebut. PNS membantu menghubungkan dengan SKPD terkait, sesuai dengan permasalahan keluarga miskin.

Diakui Bupati, godaan dalam mendampingi masyarakat miskin cukup besar, karena tidak jarang KK miskin yang didampingi memiliki hewan piaraan, barang elektronik, ataupun banyak merokok meski rumahnya hampir roboh. Menghadapi hal seperti ini, orang tua asuh diharapkan untuk bersabar, tidak perlu kecewa, karena ini adalah godaan saat beramal baik, yaitu gangguan keikhlasan.

"Kalau godaan semakin besar, insya Allah semakin besar pahalanya jika dijalani dengan ikhlas," tutur dr. Hasto.

Dalam konteks ini, dr. Hasto memberi tips sebaiknya mendahulukan hati nurani dan perasaan daripada akal semata, kemudian memperbaiki keikhlasan sebagai orang tua asuh. Sangat disayangkan jika sampai terucap sesuatu yang membuat tidak ikhlas.

Mengingat diantara PNS kemungkinan ada yang dermawan atau mempunyai kepedulian sosial tinggi, sehingga kalau ada kelonggaran atau ingin memberi sesuatu pada KK miskin dipersilahkan dan tidak dilarang. Tetapi dalam program ini hal itu bukanlah kewajiban.

Selain menjelaskan program orang tua asuh bagi keluarga miskin, Bupati juga berterimakasih karena masyarakat Lendah sudah melaksanakan Pilpres secara damai. Selain itu, Bupati juga menjelaskan mengenai peraturan mengenai kawasan bebas rokok. Dimana peraturan tersebut sebenarnya tidak melarang orang merokok, namun mengatur tempat-tempat yang boleh untuk merokok dan larangan mempromosikan rokok di jalan-jalan di Kulon Progo tahun depan.

Menurut Camat Lendah, Sumiran, jumlah PNS di wilayah kecamatan lendah adalah 455 orang, sedangkan KK miskin yang ada adalah 2594, jika satu PNS mendampingi 4 keluarga, masih memerlukan tambahan 194 orang. Dirinya berharap PNS yang jadi orang tua asuh di Lendah berasal dari Disperindag ESDM, BPMPDPKB, dan Sekretariat KPU. Ditambahkan Sumiran, sebenarnya untuk mengentaskan sudah banyak kegiatan yang orientasinya ke ekonomi produktif, yaitu dengan program babonisasi dari Bazcam dan UPK, dengan total anggaran yang dikeluarkan kecamatan adalah 45 jutaan.***