TPID DIY : Kenaikan Sembako di Pasar Wates Masih Normal

  • 18 Juni 2014 14:47:51
  • 1266 views

Harga sejumlah barang kebutuhan pokok di Pasar Wates, mulai merangkak naik menjelang puasa ini. Hanya saja tingkat kenaikan masih dalam batas normal. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY, akan terus melakukan pemantauan harga sampai dengan lebaran nanti di sejumlah pasar tradisional di DIY. Kenaikan harga pada bulan Syaban atau dikenal bulan ruwah oleh masyarakat Jawa adalah hal lumrah. Bulan seperti ini banyak dipilih masyarakat untuk menggelar hajatan. Kondisi itulah yang membuat tingkat permintaan dari masyarakat mengalami kenaikan yang berpengaruh terhadap kenaikan harga.

"Secara umum harga kebutuhan pokok masih normal, jika ada kenaikan tidaklah berarti untuk saat ini," jelas Kepala Biro perekonomian Setda DIY Tri Mulyoo, disela pemantauan harga di Pasar Wates Rabu (18/6). Kondisi seperti ini sudah diperkirakan sebelumnya, dengan melihat pengalaman di setiap tahun. Menjelang puasa harga barang cenderung normal dan tidak ada masalah. Bahkan pada pertengahan puaasa, harga biasanya juga akan turun. Barulah ketika mendekati lebaran harga akan kembali naik hingga usai lebaran nanti. "Stok pangan cukup, jadi nanti ketika mendekati lebaran masyarakat tidak perlu khawatir," tandasnya.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas daging ayam potong dan ayam kampung. Ayam potong sebelumnya berkisar pada Rp27 ribu per kilogram dan naik mejadi Rp30 ribu. Sedangkan ayam kampong dari Rp55 ribu menjadi Rp60 ribu.
"Sudah tiga hari ini harga daging ayam terus naik," jelas Ny. Sukamto salah seorang pedagang daging ayam. Menurutnya kenaikan ini karena tingkat permintaan yang meningkat. Selain banyak orang hajatan, pada bulan ruwah banyak orang dari luar daerah pulang kampung untuk berziarah ke makam.

Kenaikan juga terjadi pada komoditas telur ayam.sebelumnya harga telur hanya Rp17.000 dan naik menjadi Rp17.500-Rp18.000 per kilogramnya. Bawang merah juga naik dari Rp20 ribu menjadi Rp23.000, sedangkan bawang putih dari Rp15.000 menjadi Rp17 ribu per kilogramnya. "Kalau gula pasir dan minyak stabil," jelas Lela salah seorang pedagang sembako. Harga daging sapi juga stabil di kisaran Rp95.000 sampai dengan Rp97 ribu. Harga ini justru lebih murah dibanding harga daging sapi di
pasar tradisional lain yang ada di kabupaten lain. "Kita juga akan lakukan pantauan di lima pasar di kabupaten/kota yang lain," jelas Tri Mulyono.